Lebaran 2023

Warga Masohi Kecewa Tidak Dapat Kupon Sembako Murah, Ini Penjelasan Kadisperindag

Belasan warga Kota Masohi, Maluku Tengah mengeluh dan kecewa tidak kebagian Sembako Murah.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Lukman
Sejumlah warga di Masohi mengeluh tidak kebagian kupon sembako murah saat pasar murah di Masohi, Minggu (16/4/2023). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Belasan warga Kota Masohi, Maluku Tengah mengeluh dan kecewa tidak kebagian Sembako Murah.

Kekecewaan itu disampaikan saat penjualan sembako murah di Gedung Maplaz, Kota Masohi Maluku Tengah, Minggu (16/4/2023).

Menanggapi persoalan ini Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maluku Tengah, Erni Marasabessy mengatakan bahwa pihaknya hanya menyediakan 2.250 paket saja.

Dimana 750 paket lainnya disalurkan di Kecamatan Leihitu.

Baca juga: Warga Masohi Mengeluh Tidak Kebagian Kupon Sembako Murah Padahal Sudah Antre Berjam-jam

Sementara sisanya tersalurkan di Kecamatan Kota Masohi.

Dimana Dinas Perdagangan dan Dinas Koperasi yang bekerjasama dengan tiga swalayan di Kota Masohi menyediakan sebanyak 1250 paket.

Ditambah 50 paket dari Ketua TP-PKK Maluku Tengah, Bella Marasabessy sehingga total untuk kota Masohi sebanyak 1300 paket.

"Bukan kita tidak bagi ke semua. Tapi paket yang kami sediakan hanya 1250 paket. Karena itu sesuai anggaran yang tersedia. Tadi juga ditambah 50 paket dari Ibu Pj. Jadi semua 1300 saja," kata Erni.

Lanjut, dari 1300 paket itu, lebih dari seperduanya sudah terjual Sabtu (15/4/2023) kemarin saat pembukaan pasar murah.

"Lebih dari setengah jam sudah terjual kemarin jadi yang ada sekarang hanya 200 paket lebih," ujar Kadis.

Kadispun meminta maaf kepada warga yang belum kebagian kupon sembako karena pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak dengan keterbatasan anggaran yang ada.

"Kami minta maaf kepada warga yang belum kebagian. Karena untuk tahun ini hanya seperti yang tersedia, sesuai anggaran yang ada," jelas Kadis.

Namun demikian dia mengataka kondisi seperti terjadi saat ini akan menjadi pengalaman untuk bagaimana pihaknya bisa menambah paket di tahun tahun akan datang.

"Mestinya kita tambah yah, tetapi konsekuensinya anggarannya hari tambah," ucap Kadis. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved