Kerja di Australia
Sudah Setor Rp 65 Juta Namun Urung Kerja di Australia, Sumiyem Minta Warga Ambon Hati-hati
perempuan asal Ngawi, Jawa Timur yang telah menyetor uang senilai Rp 65 juta ke CTE selaku mitra perusahaan internasional Working Group Australia Pty.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Salah seorang pendaftar program kerja di Australia melalui California Education Center (CEC) mengaku ditipu.
Ialah Sumiyem, perempuan asal Ngawi, Jawa Timur yang telah menyetor uang senilai Rp 65 juta ke CEC selaku mitra perusahaan internasional Working Group Australia Pty. Ltd.
CTE diketahui adalah yayasan yang bekerja sama dengan pemerintah Kota Ambon untuk penyaluran tenaga kerja ke Australia.
Kepada TribunAmbon.com, Sumiyem mengatakan sejak mendaftar pada September 2022, hingga kini dirinya belum mendapat kepastian kapan akan diberangkatkan untuk bekerja.
"Diawal kesepakatan sebelum pendaftaran di bulan September 2022, pihak California Education Center (CEC) Batam melalui pimpinan yayasan, ibu Elly Yana menyampaikan kepada kami prosedurnya berjalan paling lambat 4 bulan," ucapnya dalam pesan WhatsApp kepada TribunAmbon.com, Rabu (29/3/2023).
Dijelaskan, setelah lolos pendaftaran sejumlah tahapan adminsitrasi diikuti, termasuk pembayaran uang untuk keperluan pemberangkatan.
Disebutkan ada dua kali pembayaran.
Baca juga: Lolos Kerja di Australia Wajib Bayar Rp 85 Juta, Wattimena: Bisa Dipermudah Lewat Kredit Bank
Baca juga: Bayar Rp 85 Juta Setelah Lolos Seleksi Kerja di Australia, Ini Rincian Biayanya
Tahap pertama sebesar Rp. 20 juta, kemudian tahap berikutnya sebesar Rp. 45 juta.
"Terjadilah kesepakatan saat itu, pembayaran awal diminta transfer Rp. 20 juta, sisanya Rp. 45 juta kalau visa sudah granded,” katanya.
Dia dan lima rekannya saat ini tidak diikutkan pelatihan dengan alasan mereka masuk pilot project yang akan diberangkatkan pada akhir November 2022.
Sehingga hanya diwajibkan ikut pelatihan kelas daring dari Aston Collage Australia Pty, Ltd.
"Saya salah satu pilot project diantara 5 orang group bali yang digadang-gadang berangkat akhir November paling telat bulan Januari 2023. Jadi kami 5 orang ini tidak diharuskan training ke batam,tapi kami harus mengikuti kelas online Aston Collage Australia lewat zoom," ungkapnya.
Lanjutnya, November terlewati, mereka berlima diminta bersabar karena ada penundaan keberangkatan.
Namun, menunggu hingga Januari 2023 tanpa hasil realisasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kwitansi-California-Education-Center.jpg)