Ambon Hari Ini

Desa Poka Kini Bebas Stunting

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Poka, Abraham de Kock mengatakan tak ada lagi kasus stunting di Desa Poka. Hal ini menurutnya, menjadi sal

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Abraham de Kock
Kepala BPD Desa Poka, Abraham de Kock mengatakan tak ada lagi kasus stunting di Desa Poka 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon kini bebas stunting.

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Poka, Abraham de Kock.

Menurutnya, kondisi itu menjadi salah satu yang patut dibanggakan, mengingat saat ini Pemerintah kota hingga provinsi gencar turunkan angka stunting.

"Tentang kesehatan dari anak-anak usia dini, kita tahu persis pemerintah sementara mengusahakan supaya negara ini bebas dari stunting dan merupakan suatu kebanggaan tersendiri buat desa Poka saat ini statusnya 0 stunting yang tadinya hampir sekian banyak sekarang ini sudah tidak ada lagi stunting di desa Poka," kata de Kock kepada TribunAmbon.com, Jumat (10/3/2023).

Lanjut dijelaskannya, keberhasilan menurunkan stunting di Poka merupakan kerja sama bersama.

Terutama, kader-kader Posyandu.

"Ini kerja keras Kepala desa dan kader-kader posyandu, ini suatu hal yang memang perlu kita pertahankan. Memang sesuatu yang dipertahankan itu agak sulit tapi kita berusaha terus untuk bisa mempertahankan status nol stunting di desa Poka," tandasnya.

Baca juga: Diduga Asal Ganti Pejabat, Direktur RSUD dr M Haulussy Bakal Menghadap Lagi

Baca juga: Dana Desa 2023 di Wayame Bakal Diprioritaskan tuk Kurangi Angka Kemiskinan

Diketahui, Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Maluku mencapai 26,1 persen pada 2022.

Angka ini menempatkan provinsi Maluku berada di peringkat ke-13 nasional.

Tercatat, Maluku memangkas angka balita stunting sebesar 2,6 poin dari tahun sebelumnya.

Meski demikian, angka stunting di Maluku masih tergolong tinggi karena melebihi ambang batas yang ditetapkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20 persen.

Di Maluku, prevalensi balita stunting terendah berada di Kota Ambon yakni 21,1 persen. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved