Breaking News:

Gempa Guncang Maluku

Update Gempa Magnetudo 7,5 di Tanimbar: 1 Anggota TNI Luka, Barak dan Asrama Militer Rusak

Gempa bermagnetudo 7,5 menguncangan Kabupaten Kepuluan Tanimbar, Provinsi Maluku pada Selasa (10/1/2023) tidak hanya merusak rumah warga, tetapi lima

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Pangdam Pattimura
GEMPA GUNCANG MALUKU: Gempa bermagnetudo 7,5 menguncangan Kabupaten Kepuluan Tanimbar, Provinsi Maluku pada Selasa (10/1/2023) tidak hanya merusak rumah warga, tetapi lima bangunan kantor serta barak dan rumah dinas militer ikut rusak. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COMGempa bermagnetudo 7,5 menguncangan Kabupaten Kepuluan Tanimbar, Provinsi Maluku pada Selasa (10/1/2023) tidak hanya merusak rumah warga, tetapi lima bangunan kantor serta barak dan rumah dinas militer ikut rusak.

Dilaporkan juga, satu anggota militer Provost Kodim 1507 Saumlaki, Kopda Mesianus M. Fordatkossu mengalami luka ringan.

“Iya benar kejadaian itu membuat anggota kami dari Kodim 1507 saumlaki mengalami luka ringan serta lima bangunan militer ikut rusak,” ujar Kapendam XVI Pattimura Kolonel Arh Ddi Prayogo kepada Tribun Ambon saat di hubungi, Selasa (10/1/2023).

Kapendam merincikan lima bangunan militer di Saumlaki yang rusak berat akibat gempa 7,5 itu ada di Barak remaja Kompi C Yonif 734/ Sns di dusun mesawak.

Kemudian, satu rumah Dinas Yonif 734/SNS milik Praka Sokoy, dan dua rumah dinas Kodim 1507/ Saumlaki milik Kopda Koso rusak ringan, Serda Kornelis Lengmatang alami kerusakan ringan.

“Ada juga perkantoran Kipan B Yonif 734/SNS alami rusak ringan,” tutur Kolonel Arh Ddi Prayogo.

Baca juga: Fenomena Pulau Timbul Pasca Gempa Magnitudo 7.5 di Tanimbar, Kapolres: Awalnya Ada Dalam Laut

Selain mengungkap kerusakan pada fasilitas militer di wilayah itu, Adi juga menyebut ada puluhan rumah warga dan fasilitas umum lainnya yang rusak akibat gempa tersebut.

“Saat ini pihak kami bersama pemda setempat sedang mendata rumah rusak akibat gempa,”

Ditanya terkait informasi adanya korban meninggal, adi belum bisa menjelaskan lebih lanjut.

“Sabar kita cek dulu anggota dilapangan apakah betul informasi ada korban meninggal saat gempa 7,5 itu atau tidak,” pungkasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) menyebut gempa magnitudo 7,5 yang terjadi di Maluku pada Selasa (10/1/2023) pukul 00.47 WIB diduga terjadi karena "aktivitas subduksi Laut Banda".

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalam hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Laut Banda," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono .

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," jelasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved