Wisata Maluku
Sungai Wae Ama di Amalatu, Ada Ketenangan dalam Keindahan
Warga setempat menyebutnya Wae Ama yang dalam bahasa lokal Wae diartikan Air dan Ama atau ayah. Berlokasi di Negeri (Desa) Hualoy - Tomalehu, Kecamat
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Rahmat Tutupoho
PIRU, TRIBUNAMBON.COM - 'Meski tidak seluas lautan, sungai tetap bersahaja', begitu ungkapan hati Nur Askin, seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Ambon setelah lebih dari 10 menit menikmati suasana di sungai yang satu ini.
Warga setempat menyebutnya Wae Ama yang dalam bahasa lokal Wae diartikan Air dan Ama atau ayah.
Berlokasi di Negeri (Desa) Hualoy - Tomalehu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Jika ditempuh dari Pelabuhan Ferry Waipirit, jaraknya kurang lebih 39 kilometer dengan waktu tempuh paling lama 1.5 jam.
Sedangkan dari arah Masohi, Kabupaten Maluku Tengah berjarak 52 kilometer atau mencapai dua jam perjalanan darat.
Aliran sungai Wae Ama begitu jernih hingga bebatuan dan hijau lumut di dasar bibir sungai tampak jelas dari permukaan.
Rimbun pepohonan di bantaran sungai seperti memagari lintasan aliran air.
Tebing yang menjulang sempurnakan eksotik penampakan sungai.
Udara serupa suhu air, sejuknya berasa di permukaan hingga ke dasar sungai yang bermuara di Pantai Hualoy itu.
Dari kejauhan, permukaan sungai begitu tenang dengan beberapa riak kecil di titik belokan air.
Perempuan yang akrab disapa Nur itu dibuat terkagum dan mengaku sangat tenang.
Tidak sekali dia menyebut Wae Ama begitu mempesona.
Baca juga: Kairatu Beach, Pesona Pantai dan Eksotiknya Danau Ada di Sini
Menurutnya, Wae Ama sangat cocok untuk melepas penat dari bising kota.
"Bukan saja air yang segar, gugusan bebatuan dan lembayung dedaunan menambah kelembutan," ucapnya, Senin (2/1/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Sungai-Ama-Negeri.jpg)