Pedagang Masohi

Bangun Jam 2 Pagi Buta, Tukang Bubur di Masohi Ini Bersyukur Peroleh Omset Rp 600 Ribu per Hari

Pendapatan itu ia peroleh dari hasil menjual bubur ayam dan bubur hitam, tepatnya di samping SD 26 Masohi, kawasan Pasar Binaya Masohi.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Lukman
KOTA MASOHI: Samsuri (54) tukang bubur di Kota Masohi, Maluku Tengah, saat melayani salah satu pembeli, Selasa (8/11/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Samsuri (54), Tukang Bubur di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah ini mengaku bersyukur bisa peroleh Rp. 600 ribu per hari.

Pendapatan itu ia peroleh dari hasil menjual bubur ayam dan bubur hitam, tepatnya di samping SD 26 Masohi, kawasan Pasar Binaya Masohi.

"Alhamdulillah bisa, kalau habis dapat Rp 600 ribu," ujar Samsuri kepada TribunAmbon di lapak jualannya, Selasa (8/11/2022).

Dikatakan, dari omset itu pria tiga anak ini bersih mendapatkan Rp. 300 hingga Rp 400 ribu per harinya.

Pendapatan itu pun bisa saja meningkat atau bahkan menurun tergantung laris manisnya kedua jenis dagangan itu.

Namun, ia mengaku bersyukur karena sampai hari ini dagangannya selalu ramai dan habis terjual.

"Potong modal dan belanja rumah, kadang bisa dapat simpan bersihnya Rp 300 sampai Rp 400," ujar Samsuri.

Tak gampang kata dia, untuk mendapatkan omset demikian banyak, karena ia harus bangun tengah malam mempersiapkan segala keperluan dagangannya.

Baca juga: Harga Cabai di Kota Masohi Turun Drastis, Kini Dijual Rp 60 Ribu per Kilogram

"Jam stengah tiga Amper siang itu sudah harus masak bubur. Tunggu sampai jam stengah lima subuh baru selesai," jelas Samsuri.

Lanjut jam enam pagi ia sudah harus bergegas menuju tempat setiap ia mangkal tuk berjualan di sana (perepatan SD 26 Masohi).

"Jualannya nanti jam enam pagi sudah harus keluar jualan disini," terang Samsuri.

Samsuri mengaku sudah berjualan di lokasi kawasan pasar binaya Masohi itu sejak tiga tahun terakhir. Sebelumnya dia hanya berjualan keliling kota.

"Sebelumnya itu jualan keliling saja sampai ke daerah Waipo sana. Baru tiga tahun terakhir ini saya mangkalnya di sini," terang Samsuri.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved