Pulau Emas Romang

Pengiriman Perdana Mangan dari Pulau Romang Direncanakan Akhir Oktober 2022

Mangan dari Pulau Romang akan dibawa ke Shelter pengolahan bahan mineral di Morowali, Sulawesi Tengah.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Fandi
Area penimbunan mangan di Desa Hila Pulau Romang 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

TRIBUNAMBON.COM - Direncanakan akhir Oktober 2022 pengiriman perdana mangan dari Pulau Romang.

Kepala Teknik Tambang PT Gemala Borneo Utama (GBU), Iwan Agustiawan (42) mengungkapkan, mangan dari Pulau Romang akan dibawa ke Smelter pengolahan bahan mineral di Morowali, Sulawesi Tengah.

"Kami tinggal menunggu arahan dari manajemen," cetus Iwan kepada TribunAmbon.com, Sabtu (15/10/2022).

Dijelaskan, pengiriman bahan mineral itu menjadi kali pertama dari aktivitas pertambangan pasca dikeluarkannya izin usaha pertambangan (IUP) dan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) tahun 2015 kepada PT. GBU.

Izin pertambangan dimaksud, diantaranya logam emas, mangan dan batuan Andesit.

Mangan sendiri merupakan elemen terpenting pembuatan baja dengan kandungan 85 hingga 90 persen.

"Ini jadi pengiriman perdana," ujarnya.

Kepala Teknik Tambang PT Gemala Borneo Utama (GBU), Iwan Agustiawan (42) saat diwawancarai di area penimbunan, Desa Hila Pulau Romang.
Kepala Teknik Tambang PT Gemala Borneo Utama (GBU), Iwan Agustiawan (42) saat diwawancarai di area penimbunan, Desa Hila Pulau Romang. (Fandi)

Baca juga: Prof. Male; Warga Pulau Romang Ramah Investasi, Hanya Saja Kurang Informasi

Lanjutnya, pengiriman perdana ini ditargetkan 5 ribu ton atau bisa lebih sesuai pesananan.

"Kami persiapkan 5 ribu sampai 8 ribu ton, " tandasnya.

Iwan pun berharap pengiriman berjalan lancar sehingga dapat segera berkontribusi untuk daerah. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved