Breaking News:

Ambon Hari Ini

Pembatas Jalan di Jl. Jenderal Soedirman Ambon Dinilai Urai Kemacetan tapi Rawan Kecelakaan

Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far Far menilai kebijakan pembatas jalan di Jl. Jenderal Soedirman Ambon berhasil mengurai kemacetan.

Mesya
Pembatas jalan di Jl. Jenderal Soedirman Ambon, Senin (17/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Ambon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far Far menilai kebijakan pembatas jalan di Jl. Jenderal Soedirman Ambon berhasil mengurai kemacetan.

"Kita lihat kemacetan sudah mulai terurai di Jl. Jenderal Soedirman Ambon,” kata Harry kepada Tribun Ambon.com, Senin (17/10/2022).

Meski begitu, untuk memaksimalkan kebijakan tersebut, perlu ditempatkan satu atau dua orang petugas pada ujung pembatas jalan.

Hal ini tentunya berkaitan dengan kelancaran berlalu lintas di kawasan tersebut.

“Tapi untuk lebih maksimal lagi, harus tempatkan satu dua petugas lalu lintas dari kepolisian di bagian ujung pembatas jalan. Karena ketika kendaraan putar disitu juga rawan kecelakaan," ungkapnya.

Menurutnya, perlu ada petugas Ditlantas agar supaya dapat mengantisipasi terjadinya kecelakaan di kawasan itu.

"Takutnya ada yang salah paham lalu kemudian terjadi kecelakaan antara pengguna jalan. Kalau ada polisi, mereka kan bisa mengarahkan," terangnya.

Baca juga: Oknum Anggota DPRD Maluku Tengah Ini Kepergok Istrinya Berduaan dengan Selingkuhan di Kamar Hotel

Diketahui, pembatas jalan terpasang sepanjang 50 meter lebih, terhitung mulai depan Patung Pahlawan Nasional Maluku hingga di depan Cafe baSnup.

Pemasangan pembatas jalan itu untuk mengurai kemacetan, terutama di Simpang Lima yang kerap menjadi pemicu kemacetan di Jl Jenderal Soedirman  Ambon.

Simpang lima menjadi titik temu kendaraan dari lima arah, yakni dari arah Kebun Cengkeh, Galunggung, arah kota menuju luar kota dan sebaliknya serta masuk keluar kendaraan dari SPBU Kebun Cengkeh.

Kini pengendara dari arah dalam kota tidak bisa langsung menuju arah Kebun Cengkeh atau SPBU, tapi harus putar di ujung pembatas.

Dan sebaliknya, kendaraan dari arah Kebun Cengkeh dan Galunggung menuju luar kota juga memutar di akhir pembatas.

Kasatlantas Polresta Ambon, Kompol Senja Pratama menjelaskan, pemasangan Water Barrier untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi pada jam sibuk.

“Pada intinya untuk mengurangi titik kemacetan di simpul jalan SPBU, Galunggung dan Kebun cengkeh,” tandasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved