Ambon Hari Ini
PMII Ambon Nilai DPRD Gagal Kawal Kepentingan Rakyat
Serupa dengan itu, Ketua Eksternal PMII Ambon, Husen Marasabessy pun menilai DPRD lemah dalam fungsi pengawasan.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Massa aksi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ambon menilai DPRD gagal kawal kepentingan rakyat.
Penilaian itu diungkapkan mahasiswa menyusul kasus dugaan pemerasan mantan Ketua BPD HIPMI Maluku Azis Tuny serta pungutan liar terhadap pedagang oleh Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) Alham Valeo.
“Padahal area vital pertumbuhan ekonomi itu ada di Pasar Mardika, jadi bagaimana bisa ada dugaan tindakan suap dan pungli itu berarti DPRD Kota Ambon tidak serius, bahkan gagal mengawal kepentingan rakyat,” kata Jenderal Lapangan massa aksi PMII Ambon, Taufik Souwakil di Ruang Paripurna Baileo Belakang Soya Ambon, Kamis (22/9/2022).
Serupa dengan itu, Ketua Eksternal PMII Ambon, Husen Marasabessy pun menilai DPRD lemah dalam fungsi pengawasan.
Pasalnya, DPRD dengan sengaja membiarkan pembayaran lapak diatas trotoar ke pihak ketiga, bukan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
“Kenapa lapak dibayar ke pihak ketiga bukan Dinas Indag? DPRD Kota Ambon ini fungsinya apa?” ungkap Husen.
Diketahui, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Ambon gelar unjuk rasa di DPRD Kota Ambon.
Mulanya, massa aksi ini menjadikan Lapangan Galunggung sebagai titik kumpul.
Mereka kemudian longmarch menuju ke kantor DPRD Kota Ambon.
Baca juga: PMII Ambon Demo Minta Polisi Penjarakan Azis Tunny dan Alham Valeo
Baca juga: Azis Tunny Diduga Peras Pedagang, HIPMI Maluku Minta Maaf
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, massa aksi tiba di Kantor DPRD Kota Ambon sekitar pukul 12.00 WIT.
Mereka membawa sejumlah poster berisi tuntutan aksi.
Salah satunya berisi desakan Kepolisian segera menangkap dan penjarakan Azis Tunny dan Alham Valeo.
Massa kemudian menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat di Ruang Paripurna.
Diberitakan, Beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tunny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/PMII-Kota-Ambon-aksi.jpg)