Pemkot Ambon
Dukung Swasembada Pangan Nasional di Ambon, Bodewin: Kolaborasi Kunci Utama
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengatakan kolaborasi menjadi kunci utama kota dalam mampu berperan untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengatakan kolaborasi menjadi kunci utama kota dalam mampu berperan untuk mendukung swasembada pangan nasional.
- Menurut Wattimena, untuk komoditas padi gogo atau padi ladang, Kota Ambon saat ini mengelola sekitar 12 hektare lahan, dengan sejumlah lokasi telah memasuki masa panen.
- Selain padi, pengembangan komoditas jagung juga dilakukan melalui kerja sama lintas instansi.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon perkuat sistem ketahanan pangan nasional meski punya keterbatasan lahan pertanian.
Berbagai upaya dilakukan melalui optimalisasi lahan yang ada serta penguatan sinergi lintas sektor, melibatkan TNI, Polri, penyuluh pertanian, hingga petani lokal.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengatakan kolaborasi menjadi kunci utama kota dalam mampu berperan untuk mendukung swasembada pangan nasional.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang digelar Kementerian Pertanian RI di Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Rabu (7/1/2026).
Menurut Wattimena, untuk komoditas padi gogo atau padi ladang, Kota Ambon saat ini mengelola sekitar 12 hektare lahan, dengan sejumlah lokasi telah memasuki masa panen.
Selain padi, pengembangan komoditas jagung juga dilakukan melalui kerja sama lintas instansi.
“Ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan hambatan. Dengan kerja bersama dan sinergi semua pihak, ketahanan pangan Kota Ambon tetap bisa terjaga dan berkontribusi bagi pangan nasional,” ujar Wattimena.
Baca juga: Ini Skema Pemda Malteng Tangani Sampah di Luar Daerah Masohi
Baca juga: Cabut Gigi Berujung Gangguan Medis, Pasien RSUD Masohi Minta Tanggung Jawab
Ia juga mengajak para pemilik lahan kosong di Ambon untuk bersedia bekerja sama dengan pemerintah.
Dikatakannya, pemerintah tidak mengambil ahli kepemilikan lahan, tetapi memanfaatkan untuk kegiatan pertanian
“Penyuluh pertanian siap mendampingi dari pengolahan lahan, penyediaan sarana produksi, sampai panen. Lahannya tetap milik warga,” tegasnya.
Selain padi dan jagung, Wattimena menyoroti tingginya harga cabai di Ambon yang kerap menjadi penyumbang inflasi daerah.
Disebutnya, saat ini harga cabai di pasara sudah menyentuh Rp80 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram.
Padahal, kebutuhan cabai Kota Ambon mencapai sekitar 1.080 ton per tahun, sementara produksi lokal baru berkisar 40–50 ton.
| Raih Penghargaan Puspa Adhikara 2026, Ely Toisutta Dedikasikan tuk Perempuan di Ambon |
|
|---|
| Bodewin Wattimena Sebut Angka Kemiskinan di Ambon Turun 4,34 Persen |
|
|---|
| Wali Kota Ambon Buka Musrenbang RKPD 2027, Ini 3 Fokus Utamanya |
|
|---|
| Pemkot Ambon Perkuat UMKM Lewat Pembayaran Qris dan Perlindungan Konsumen |
|
|---|
| Safari Ramadan 2026 Berakhir di Masjid Al-Zam Zam Desa Laha, Ini Harapan Wawali Kota Ambon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Aksksj.jpg)