Pemkot Ambon
Pemkot Ambon Perkuat UMKM Lewat Pembayaran Qris dan Perlindungan Konsumen
Penguatan transformasi digital melalui pembayaran qris dilakukan pada tiga lokasi Ruang Terbuka Publik (RTP) yakni Amahusu, Wainitu dan Air Salobar.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar Sosialisasi Digitalisasi Pembayaran dan Perlindungan Konsumen serta Akuisisi Merchant Qris bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
- Kegiatan yang diikuti puluhan pelaku UMKM ini berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Senin (09/03/2026).
- Penguatan transformasi digital melalui pembayaran qris dilakukan pada tiga lokasi Ruang Terbuka Publik (RTP) yakni Amahusu, Wainitu dan Air Salobar.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar Sosialisasi Digitalisasi Pembayaran dan Perlindungan Konsumen serta Akuisisi Merchant Qris bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan yang diikuti puluhan pelaku UMKM ini berlangsung di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Senin (09/03/2026).
Penguatan transformasi digital melalui pembayaran qris dilakukan pada tiga lokasi Ruang Terbuka Publik (RTP) yakni Amahusu, Wainitu dan Air Salobar.
Kegiatan ini juga sesuai dengan 17 program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon point kelima yaitu penyediaan lapangan kerja melalui kemudahan investasi.
Pengelolaan ruang terbuka publik tersebut dilakukan oleh Tim Pemanfaatan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Publik Kota Ambon (TERAKOTA).
Pembentukan tim ini merupakan upaya pemerintah dalam mendorong peran pemuda dalam industri kreatif yang juga menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Ambon.
Toisutta meminta Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui digitalisasi pembayaran (QRIS).
Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor UMKM.
Baca juga: Ketua HMI Minta Maaf atas Pembakaran Fasilitas FEB Unpatti, Janji Sanksi Tegas Kader Terlibat
Baca juga: Kronologi Dugaan Penipuan IRT Rp. 90 Juta di Ambon, Berawal Perkenalan di Facebook
Sehingga melalui penguatan ini pelaku usaha dapat memanfaatkan inovasi lokal dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Wawali juga menegaskan program penggunaan pembayaran qris tak hanya pada pelaku usaha di RTP, tetapi sudah digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat.
Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut kepercayaan dalam bertransaksi.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya fokus pada akuisisi atau pendaftaran QRIS saja, tetapi juga menekankan pentingnya perlindungan konsumen,” tandasnya.
Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang menggunakan sistem pembayaran non-tunai, diharapkan UMKM di Kota Ambon semakin berdaya, efisiensi usaha meningkat, serta jangkauan pasar menjadi lebih luas.
"Kami berharap semua pelaku UMKM yang ada di kota ini dapat bisa menggunakan sistem pembayaran ini sebagai sebuah sistem digital yang berlaku di kota Ambon," harapnya. (*)
| Safari Ramadan 2026 Berakhir di Masjid Al-Zam Zam Desa Laha, Ini Harapan Wawali Kota Ambon |
|
|---|
| Wajar Kali Ini, Kadis Dukcapil Jelaskan Mekanisme Pemberian Santunan Duka Dengan Aturan Baru |
|
|---|
| Bodewin Wattimena Tagetkan Tanam 5.000 Pohon di Ambon Selama Masa Kepemimpinannya |
|
|---|
| Tak Realisasi di Januari, Denda Buang Sampah dari Pemkot Ambon Berlaku Juni 2026 |
|
|---|
| Workshop Business Feasibility Bootcamp, Perkuat Kapasitas BUMDes di Kota Ambon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kspanm.jpg)