Breaking News:

Maluku Terkini

Azis Tunny Diduga Peras Pedagang, HIPMI Maluku Minta Maaf

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku meminta maaf atas dugaan pemerasan uang hingga ratusan juta terhadap pedagang oleh Azis Tunny.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Body Mailuhu
MALUKU: BPD HIMPI Maluku gelar konferensi pers usai RBPHI, Rabu (14/9/2022). Kini, jabatan Azis Tunny sebagai Ketua HIPMI Maluku diganti Body Mailuhu. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku meminta maaf atas dugaan pemerasan uang hingga ratusan juta terhadap pedagang oleh Azis Tunny.

Pasalnya, kasus dugaan Azis Tunny peras pedagang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami minta maaf kepada publik Maluku yang selama ini diresahkan dengan kejadian yang menyeret nama HIPMI Maluku,” kata Penjabat HIPMI Maluku, Body Mailuhu kepada TribunAmbon.com melalui telepon, Kamis (15/9/2022).

Tak hanya untuk masyarakat, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah (Pemda), karena kasus tersebut juga melibatkan orang nomor satu di Maluku, yakni Gubernur Murad Ismail.

“Pemda yang juga adalah mitra kami. Kami meminta maaf karena Gubernur Maluku yang namanya juga ikut terbawa,” ungkapnya.

Dijelaskan, merespon kejadian itu, sehingga HIPMI Maluku telah menonaktifkan jabatan Azis Tunny dari Ketua Umum.

Dan kini digantikan oleh Body Mailuhu yang awalnya adalah Sekretaris Umum HIPMI Maluku.

“Dalam hasil rapat, lahir rekomendasi untuk saudara Azis Tunny dinonaktifkan dan saudara Body Mailuhu sebagai penjabat Ketum HIPMI periode 2021-2024,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI se-Maluku juga sebelumnya telah menyatakan mosi tidak percaya terhadap Azis Tunny.

“Karena persoalan Azis Tunny telah merusak nama organisasi,” tandas Body.

Baca juga: Bukan Hamka Karepesina, Posisi Azis Tunny sebagai Ketua HIPMI Maluku Diganti Body Mailuhu

Diberitakan, beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tunny.

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Al mengaku, Azis Tunny berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Murad agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Tak hanya itu, uang yang ditagih juga disebutkan, dipakai untuk keperluan pribadi, saat Azis tengah mengurusi pemilihan HIPMI.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved