Breaking News:

Ambon Hari Ini

Meninggal Pasca Operasi, Keluarga Pasien Aksi Bungkam di RSUD dr. Haulussy Ambon

Dalam aksinya di RSUD dr. Haulussy, mereka membawa sejumlah poster berisikan foto pasien yang telah tiada itu.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Alfin Risanto
Keluarga pasien gelar unjukrasa di RSUD dr. Haulussy Ambon, Rabu (21/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Keluarga pasien mengelar aksi unjukrasa di halaman Rumah Sakit Umum (RSUD) dr. Haulussy menyikapi kematian kerabat mereka, Rabu (21/9/2022).

Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah poster berisikan foto pasien yang telah tiada itu.

Dan hanya bungkam sembari menunjukan isi dalam poster itu.

"Bapak Presiden Joko Widodo saya selaku anak dari Korban Alm, Sri Rahayu ingin menyampaikan bahwa telah terjadi kelalaian di RSUD Dr. Haulussy terkait pelayanan yang sangat buruk sehingga terjadi meninggalnya ibunda kami," tulis salah satu poster.

Anak pasien, Putri Laraswati menyatakan, kematian sang ibu lantaran layanan rumah sakit yang dinilai tidak maksimal.

Pasalnya, layanan pasca operasi bedah pengangkatan bisul tidak ditangani dokter bedah.

Melainkan penanganan hanya oleh dokter Koas.

"Ibu saya masuk dari tanggal (15/9/2022) dan meninggal (19/9/2022) saat dirawat yang datangan periksa hanya Dokter Koas saja dokter sepesialis hanya ada saat operasi ," ujarnya Kepada TribunAmbon, Rabu sore.

Hal aneh lainnya yakni bukti pembayaran biaya perawatan di rumah sakit hanya dibuat dalam lembaran kertas putih dengan tulisan tangan, tanpa cap atau legalitas lainnya.

Bukti pembayaran biaya perawatan di RSUD dr. Haulussy Ambon
Bukti pembayaran biaya perawatan di RSUD dr. Haulussy Ambon (Sumber; Istimewa)

Baca juga: 2 Kasus Korupsi di RSUD dr. Haulussy Ambon Tunggu Hasil Audit BPKP

Untuk itu, dia menuntut tanggung jawab RSUD dr. Haulussy akan kematian ibunya.

Sementara itu, pihak rumah sakit belum bisa menanggapi terkait aksi tersebut.

"Nanti konfirmasi di Direktur ya kami tidak bisa beri keterangan," ujar salah satu pegawai di rumah sakit yang tidak mau namanya di muat. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved