Breaking News:

Info Daerah

Soal Dugaan Korupsi Anggaran Obat-obatan RSUD Namlea, ini Tanggapan Kejari Buru

Lanjutnya, Kejari Buru akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Jika ada indikasi dugaan korupsi, tentu menjadi tanggungjawab moral secara kelembagaan

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Istimewa
IMM Cabang Buru temui Kejari Buru bahas gugaan korupsi anggaran obat-obatan RSUD Namlea, Kamis (15/9/2022) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru telah pastikan akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa menyoal dugaan korupsi anggaran obat-obatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namlea.

"Keresahan teman-teman akan kami tampung, terus kita akan kaji baik-baik, setelah itu kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedural," kata Kasi Intel Kejari Buru Dwiana Martanto, saat hearing dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kabupaten Buru, di Kantor Kejari Buru, Kamis (15/9/2022) kemarin.

Lanjutnya, Kejari Buru akan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Jika ada indikasi dugaan korupsi, tentu menjadi tanggungjawab moral secara kelembagaan.

"Jelasnya dorongan ade-ade ini sudah kami catat, dan kita serius untuk menanganinya, tentunya kita perdalam dulu, apakah ini ada indikasi perbuatan melawan hukum atau tidak, kalau pun tidak kita coba bantu penyelesaian utang-piutangnya," ujar Martanto.

Selain itu, Koordinator Lapangan (Korlap), M. Khadafi Alkatiri menyebutkan, situasi saat ini sangat menggangu kenyamanan masyarakat Namlea dan masyarakat Kabupaten Buru pada umumnya.

Karena hak masyarakat menerima pelayanan kesehatan tidak diberikan secara maksimal, disebabkan kekosongan stok obat-obatan di RSUD Namlea.

Baca juga: Bersitegang Saat Demo Kenaikan Harga BBM di Unpatti Ambon, Polisi Minta Mahasiswa Tidak Anarkis

Baca juga: Partai Demokrat Maluku Tengah Buka Pendaftaran Calon Anggota Legislatif

"Bahwasanya ada dugaan indikasi kejahatan yang dibuat oleh dr. Helmy Koharjaya selaku Direktur RSUD Namlea, dia telah menyalahgunakan anggaran seperti apa yang ia sampaikan dalam rapat bersama Komisi III DPRD Kabupaten Buru, beberapa waktu lalu," ungkap Alkatiri.

Alkatiri menuturkan, pihaknya masih mempercayai Kejari Buru untuk membongkar serta melawan kezaliman Direktur RSUD Namlea.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved