Breaking News:

Maluku Terkini

Sejumlah Mahasiswa Datangi Kejari Buru, Minta Usut Dugaan Korupsi Anggaran Obat di RSUD Namlea

Para mahasiswa ini datang ke Kejari Buru untuk mendesak agar jaksa mengusut kasus dugaan korupsi anggaran obat-obatan di RSUD Namlea.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Istimewa
Demo di depan kantor Kejari Buru, Selasa (13/9/2022). IMM minta Kejari Buru periksa Direktur RSUD Namlea dr. Helmy Koharjaya terkait hutang Rp 2 miliar di distributor. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mendatangi Kejari Buru, Selasa (13/9/2022).

Adapun maksud para mahasiswa ini datang ke Kejari Buru untuk mendesak agar jaksa mengusut kasus dugaan korupsi anggaran obat-obatan di RSUD Namlea.

Terlebih pihak RSUD Namlea hingga saat ini belum juga melunasi hutang senilai Rp 2 miliar di distributor.

"Kelangkaan obat-obatan di RSUD Namlea, diduga adanya tindak pidana korupsi, karena dr. Helmy Koharjaya menyampaikan saat rapat di Komisi III DPRD Kabupaten Buru, bahwa anggaran Rp 2 miliar terkait dengan obat sudah didistribusikan, akan tetapi belum terealisasi, permintaannya masih ada tunggakan hutang," kata Koordinator Lapangan (Korlap), M. Khadafi Alkatiri, dalam orasinya, Senin siang.

"Terkait hutang, sudah barang tentu tugas daerah harus membayarnya, dan berdasarkan penyampaian dr. Helmy bahwa sudah ada anggaran Rp 2 miliar tersebut, akan tetapi anggaran itu dipergunakan oleh pihak lain," lanjut Alkatiri.

Alkatiri juga pertanyakan, pihak lain yang menggunakan anggaran tersebut, sebab, dalam prespektif hukum siapa yang mendalilkan dia harus membuktikan.

Baca juga: Ditanya Soal Minimnya Stok Obat, Direktur RSUD Namlea Helmy Koharjaya Bungkam

Untuk itu, mereka meminta dr. Helmy Koharjaya harus mempertanggungjawabkan argumentasinya terkait anggaran Rp 2 miliar yang disalah gunakan.

"Anggaran Rp 2 miliar dipergunakan oleh pihak lain di luar kewenangan Direktur RSUD Namlea, tindakan ini merupakan satu kejahatan, kami menduga dr. Helmy Koharjaya ikut terlibat, untuk itu tugas Kejari Buru untuk memanggilnya," tegasnya.

Diberitakan, kelangkaan obat di RSUD Namlea, Kabupaten Buru disebut berkaitan dengan utang sebesar Rp 2 miliar.

"Hal itu dikarenakan adanya utang RSUD Namlea sekitar Rp 2 miliar yang belum diselesaikan kepada pihak distributor, maka permintaan obat-obatan ketika diajukan oleh pihak RSUD Namlea belum dapat dipenuhi," kata anggota Komisi III DPRD Kabupaten Buru, M. Rustam Fadly Tukuboya saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, melalui whatsapp, Jumat (12/8/2022).

Diketahui, sejumlah keluarga pasien mengeluhkan kurangnya stok obat-obatan di RSUD Namlea, Kabupaten Buru, Maluku.

"Setiap kali kami butuh obat pasti belinya di luar. Karena di RSUD Namlea selalu obatnya tidak ada," kata salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya kepada TribunAmbon.com, Selasa (2/8/2022).

Dia sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya kata dia, sebagai rumah sakit milik daerah harusnya bisa menyediakan obat bagi masyarakat.

"Kok bisa rumah sakit daerah di Kabupaten Buru stok obatnya sangat minim," ujar dia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved