Breaking News:

Ambon Hari Ini

2 Terdakwa Penganiayaan di Tulehu Dituntut 1,6 Tahun Penjara

Dua terdakwa kasus penganiayaan di Negeri Tulehu dituntut masing-masing 1,6 Tahun Penjara, Selasa (13/9/2022).

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Tanita
AMBON: Dua terdakwa kasus penganiayaan di Negeri Tulehu dituntut masing-masing 1,6 Tahun Penjara. Pembacaan tuntutan berlangsung pada sidang di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (13/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dua terdakwa kasus penganiayaan di Negeri Tulehu dituntut masing-masing 1,6 Tahun Penjara, Selasa (13/9/2022).

Kedua pemuda Negeri Tulehu itu yakni Razy Askalany Mahu dan Fahmy Patiha.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar, memutus menjatuhkan pidana kepada para terdakwa masing-masing 1,6 tahun penjara," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ferdinanda Enike Tupan di Pengadilan Negeri Ambon.

JPU menilai kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan dan melanggar pasal 170 ayat (1) dan pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

Sebelum membacakan tuntutannya, JPU mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan.

Hal memberatkan yakni perbuatan para terdakwa mengakibatkan korban babak belur.

"Hal meringankan yakni para terdakwa mengakui kesalahan, sopan dalam persidangan serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya," tambah JPU.

Baca juga: Diduga Gelapkan Uang COD JNT Express Maluku, Mantan Kurir Dipolisikan

Usai mendengar tuntutan JPU, Hakim ketua Orpha Martina menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan kuasa hukum para terdakwa.

Diketahui, keduanya didakwa atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban, Ramdani Tawainela babak belur.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved