Breaking News:

Pedagang Mardika Diperas

Siapa Azis Tunny; Orang Dekat Gubernur Maluku yang Diduga Peras Pedagang Pasar Ambon

Nama Azis Tunny santer diberitakan pasca bocornya rekaman suara perbincangan Alham Valeo dengan Patrik Papilaya. Dia didga memeras pedagang.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Instagram
Azis Tunny, orang dekat Gubernur Maluku yang diduga peras pedagang Pasar Mardika Ambon. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Nama Azis Tunny santer diberitakan pasca bocornya rekaman suara perbincangan Alham Valeo dengan Patrik Papilaya, Rabu (7/9/2022).

Alham diketahui adalah Ketua Asosiasi Pasar Mardika Ambon (APMA), sementara Papilaya bekerja sebagai tenaga honorer di Biro Umum Setda Maluku.

Dalam rekaman berdurasi 16.26 detik itu, nama Azis Tunny berulang kali disebut keduanya, lantaran diduga meminta uang hingga ratusan juta dari pedagang.

Disebutkan, Azis berdalih uang itu akan disetorkan kepada Gubernur Maluku Murad Ismail untuk perizinan pembangunan lapak di atas trotoar.

Nilai yang diminta pun cukup besar mencapai hampir Rp 200 juta.

“Itu beta pertama itu 80 (80 Juta), abis itu 50, terus habis itu. Eh bertahaplah, karena kepentingan dia ada keluar-keluar ke Jakarta itu, urus-urus HIPMI itu, dia bilang, tolong bantu tolong bantu,” kata Alham dalam rekaman.

Baca juga: Viral Pedagang di Ambon Diduga Diperas Ketua HIPMI Maluku Bawa Nama Gubernur Murad

Baca juga: Diduga Peras Pedagang Pasar Mardika Bawa Nama Gubernur Murad, Ini Klarifikasi Azis Tunny

Lantas, siapakan pemilik nama lengkap Muhammad Azis Tunny?

Lahir di Ambon 25 Februari 1981, pria yang akrab disapa Agil itu menghabiskan masa kecil di Masohi Ibu Kota Maluku Tengah hingga tamat SMA 1999.

Agil kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Darussalam (Unidar) Ambon di Tulehu, kecamatan Salahutu.

Agil cukup aktif, di tahun pertama menjadi mahasiswa, dia sudah menjabat ketua Vokasis hingga membawanya ke sejumlah kampus di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dia juga bergabung dengan Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan menjadi anggota hingga ketua umum di Perhimpunan KANAL Ambon.

Namun, Azis Tunny menyelesaikan kuliahnya di UKIM.

Setelah mendapat gelar sarjana, Azis memilih jadi jurnalis hingga menulis sejumlah buku sejumlah buku.
Beta Agama Noaulu, salah satu karyanya.

Di 2009, Agil terpilih sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku untuk satu periode kepengurusan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved