Breaking News:

Pedagang Mardika Diperas

Diduga Peras Pedagang Pasar Mardika Bawa Nama Gubernur Murad, Ini Klarifikasi Azis Tunny

Azis mengaku, dirinya tidak pernah mengatasnamakan Gubernur Maluku, Murad Ismail untuk menagih uang dari pedagang Pasar Mardika.

Editor: Adjeng Hatalea
Dok. Kredivo via Kompas.com
ILUSTRASI: Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tunny membantah telah menagih uang ratusan juta rupiah dari pedagang Pasar Mardika Ambon. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Azis Tunny membantah telah menagih uang ratusan juta rupiah dari pedagang Pasar Mardika Ambon.

Azis mengaku, dirinya tidak pernah mengatasnamakan Gubernur Maluku, Murad Ismail untuk menagih uang dari pedagang Pasar Mardika.

“Berita itu informasinya tidak benar dan fitnah, karena sebagai pribadi dan Ketum HIPMI Maluku, termasuk sebagai orang dekat Pak Gubernur, saya tidak pernah mengatasnamakan Bapak Gubernur untuk minta uang di pedagang Mardika,” ucap Azis melalui pesan WhatsApp ke TribunAmbon.com, Rabu (7/9/2022).

Menurut Azis, dia memiliki hubungan yang baik dengan para pedagang.

Bahkan, saat terjadi relokasi pedagang secara besar-besaran pun dia turut mengambil andil hingga para pedagang mendapatkan tempat yang layak untuk berjualan.

“Saya punya hubungan sangat baik dengan para pedagang Pasar Mardika, khususnya yang berhimpun di Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA). Sejak terjadi relokasi lebih dari 2000 pedagang saat Gedung Pasar Mardika Ambon direhabilitasi lewat dana APBN, saya ikut mengadvokasi para pedagang untuk mendapat tempat jualan yang layak,” sebutnya.

Azis juga meminta maaf kepada Gubernur Murad, dengan adanya pemberitaan yang telah menyeret nama orang nomor satu di Maluku itu.

“Atas nama pribadi, saya minta maaf kepada Gubernur Maluku Bapak Murad Ismail, karena berita ini telah membawa nama Pak Gubernur. Beliau saya sudah anggap bukan saja sebagai pemimpin di daerah ini, tapi sudah sebagai orang tua saya. Pak Gubernur orang baik, dan saya tidak akan berkhianat kepada beliau dengan masalah seperti ini,” tutur Azis.

Sebelumnya, beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Azis Tuny.

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Al mengaku, Asiz Tuni berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Maluku, Murad Ismail agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Baca juga: Viral Pedagang di Ambon Diduga Diperas Ketua HIPMI Maluku Bawa Nama Gubernur Murad

Tak hanya itu, uang yang ditagih juga disebutkan, dipakai untuk keperluan pribadi, saat Azis tengah mengurusi pemilihan HIPMI.

“Itu beta pertama itu 80, abis itu 50, terus habis itu, eh bertahaplah, karena kepentingan dia ada keluar-keluar ke Jakarta itu,  urus-urus HIPMI itu, dia bilang, tolong bantu tolong bantu,” tutur AI dalam rekaman tersebut.

Saat ditagih Azis, Al meminta kelonggaran waktu agar bisa mengumpulkan uang dalam jumlah banyak itu dari para pedagang lainnya.

“Karena beta seng bisa paksa pedagang. Karena ini beta pung warga samua. Nanti dong bilang e abang Al ini katong pung ketua, kanapa kasi harga talalu mahal bagitu. Jadi banya itu, beta kasih 100 (red:juta) ka Abang Azis,” sebutnya.

Dia menyayangkan, mayoritas pedagang yang susah payah mengumpulkan uang sebanyak itu dengan harapan diberikan izin pembangunan lapak agar mereka bisa beraktivitas di Pasar Mardika.

“Banya orang bilang dong kredit di bank, dong datang deng bukti-bukti kredit, dong ada sakit, dong janda seng ada laki, terpaksa beta kasi harga miring bahkan ada yang 5 juta. Padahal itu kan modalnya 7 atau 8 juta. Tapi karena beta ini sebagai ketua asosiasi, beta seng pikir untung lai. Makanya beta bilang mophon maaf jua kirim salam par Pak Gub, beta pung kemampuan sekian, kalau abang seng parcaya bisa cek di yang su bajual-bajual sakarang ini,” sambungnya.

Asiz menjanjikan, kedekatannya dengan Gubernur Murad akan mempermulus proses perizinan pendirian lapak bagi para pedagang Pasar Mardika.

“Ini pedagang-pedagang yang bilang di pasar. Lalu beta sampaikan ke abang Azis kalau su kasi itu, kirim salam par pak gub bahwa katong perwakilan pedagang itu, mau ketemu deng antua supaya jang antua nama rsak di pasar, karena pasar ini kan, barometer politik, barometer ekonomi, sampe antua salah langka lewat antua orang-orang itu, karena dong ini kan gunakan preman. antua nama tercoreng. sampe beta mohon-mohon ka abang Azis,” pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved