Minggu, 26 April 2026

Pedagang Mardika Diperas

Viral Pedagang di Ambon Diduga Diperas Ketua HIPMI Maluku Bawa Nama Gubernur Murad

Al mengaku, Asiz Tuny berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Maluku, Murad Ismail agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Editor: Adjeng Hatalea
Pixabay.com
ILUSTRASI UANG: Beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga Rp. 150 juta oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tuny. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tunny.

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Al mengaku, Azis Tunny berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Murad agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Tak hanya itu, uang yang ditagih juga disebutkan, dipakai untuk keperluan pribadi, saat Azis tengah mengurusi pemilihan HIPMI.

“Itu beta pertama itu 80, abis itu 50, terus habis itu, eh bertahaplah, karena kepentingan dia ada keluar-keluar ke Jakarta itu, urus-urus HIPMI itu, dia bilang, tolong bantu tolong bantu,” tutur AI dalam rekaman tersebut.

Saat ditagih Azis, Al meminta kelonggaran waktu agar bisa mengumpulkan uang dalam jumlah banyak itu dari para pedagang lainnya.

“Karena beta seng bisa paksa pedagang. Karena ini beta pung warga samua. Nanti dong bilang e abang Al ini katong pung ketua, kanapa kasi harga talalu mahal bagitu. Jadi banya itu, beta kasih 100 (red:juta) ka Abang Azis,” sebutnya.

Dia menyayangkan, mayoritas pedagang yang susah payah mengumpulkan uang sebanyak itu dengan harapan diberikan izin pembangunan lapak agar mereka bisa beraktivitas di Pasar Mardika.

“Banya orang bilang dong kredit di bank, dong datang deng bukti-bukti kredit, dong ada sakit, dong janda seng ada laki, terpaksa beta kasi harga miring bahkan ada yang 5 juta. Padahal itu kan modalnya 7 atau 8 juta. Tapi karena beta ini sebagai ketua asosiasi, beta seng pikir untung lai. Makanya beta bilang mophon maaf jua kirim salam par Pak Gub, beta pung kemampuan sekian, kalau abang seng parcaya bisa cek di yang su bajual-bajual sakarang ini,” sambungnya.

Baca juga: Banyak Masalah Pasca Relokasi Pasar Mardika, Harry Far-Far Usul Buat Posko Pengaduan

Azis menjanjikan, kedekatannya dengan Gubernur Murad akan mempermulus proses perizinan pendirian lapak bagi para pedagang Pasar Mardika.

“Ini pedagang-pedagang yang bilang di pasar. Lalu beta sampaikan ke abang Azis kalau su kasi itu, kirim salam par pak gub bahwa katong perwakilan pedagang itu, mau ketemu deng antua supaya jang antua nama rsak di pasar, karena pasar ini kan, barometer politik, barometer ekonomi, sampe antua salah langka lewat antua orang-orang itu, karena dong ini kan gunakan preman. antua nama tercoreng. sampe beta mohon-mohon ka abang Azis,” pungkasnya.

Sementara itu, Azis Tuny saat dikonfirmasi TribunAmbon.com membantah terkait penagihan uang ratusan juta itu.
Azis mengatakan, dirinya tidak pernah mengatasnamakan Gubernur Murad untuk menagih uang dari pedagang Pasar Mardika.
“Berita itu informasinya tidak benar dan fitnah, karena sebagai pribadi dan Ketum HIPMI Maluku, termasuk sebagai orang dekat Pak Gubernur, saya tidak pernah mengatasnamakan Bapak Gubernur untuk minta uang di pedagang Mardika,” ucap Azis melalui pesan WhatsApp ke TribunAmbon.com, Rabu (7/9/2022).(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved