Breaking News:

Kenaikan Harga BBM

Kecewa Tak Bertemu Ketua DPRD Maluku, Demonstran Walk Out dari Ruang Paripurna

Mahasiwa yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ambon dan Universitas Darussalam ini hanya ingin bertemu Lucky Wattimurry.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Alfin
TOLAK KENAIKAN BBM: 305 aparat Kepolisian di Kota Ambon, dikerahkan untuk mengawal aksi unjuk kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Rabu (7/9/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan demonstran tolak kenaikan harga BBM walk out dari ruang Rapat Paripurna lantaran kecewa tak bertemu Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, Rabu (7/9/2022).

Mahasiwa yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ambon dan Universitas Darussalam ini hanya ingin bertemu Lucky Wattimurry.

Sementara yang bertemu mereka malah Ketua Komisi 3 DPRD Maluku, Richard Rahakbauw, Fauzan Alkatiri dan Rostina.

"Apa gunanya kami kesini, sia-sia saja kalau tidak bertemu Ketua DPRD Maluku Untuk itu semua Mahasiswa Universitas Darussalam kita sepakat keluar dari ruang rapat ini," kata Presiden BEM Universitas Darussalam sebelum meninggalkan ruang rapat.

Pantauan TribunAmbon.com, mahasiswa sempat bertemu anggota DPRD Maluku setengah jam setelah berorasi di depan gedung Wakil Rakyat itu.

Sesampainya di dalam ruangan, Rahakbauw mengizinkan mereka untuk menyampaikan aspirasinya.

Namun, para mahasiswa mendesak bertemu dengan Ketua DPRD Maluku.

Mereka menilai seharusnya Wakil Rakyat peka akan kondisi serta dampak dari kenaikan harga BBM ini.

Sepeninggalannya Mahasiswa Universitas Darussalam, IMM Ambon juga ikut menyusul meninggalkan ruangan meninggalkan wakil rakyat.

Sementara itu, Rahakbauw mengatakan saat ini seluruh anggota DPRD Maluku masih melaksanakan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Anggota DPRD Maluku baru kembali pada 15 September 2022 mendatang.

Baca juga: Di Tengah Derasnya Hujan, Puluhan Mahasiswa di Ambon Demo Tolak Kenaikan BBM

"Adek-adek mahasiswa ini datang bersamaan dengan agenda reses. Reses ini untuk menjaring apa saja yang dibutuhkan masyarakat. Kemarin PMMI Ambon juga demo dan mereka memahami itu. Nanti setelah itu kita akan sampaikan ke pimpinan dan dirapatkan bersama. Cuma adek-adek IMM ini tidak menerima itu," kata Rahakbauw usai pertemuan.

Diketahui, puluhan mahasiswa ini berdemo menolak kenaikan harga BBM di Kantor DPRD Maluku sekitar pukul 11.40 WIT.

Sebelumnya, Pemerintah RI resmi menaikan harga BBM pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

Di Maluku, Pertalita per liter seharga Rp 10 ribu, Pertamax seharga Rp 14.850 dan Solar Subsidi menjadi Rp 6.800.

Menyusul kenaikan harga BBM, Pemerintah Kota Ambon ikut menaikan tarif angkutan sebesar 25 persen.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved