Sabtu, 25 April 2026

Maluku Terkini

Seekor Paus Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Buru Selatan, Segera Dikuburkan

Seekor paus sperma sepanjang 12 meter ditemukan mati erdampar di pantai desa Terkuri, kecamatan Leksula, kabupaten Buru Selatan, Maluku.

Warga
Bangkai paus raksasa ditemukan terdampar di pantai desa Terkuri, kecamatan Leksula, kabupaten Buru Selatan, Maluku, Minggu (4/89/2022). 

TRIBUNAMBON.COM -- Seekor paus sperma sepanjang 12 meter ditemukan mati erdampar di pantai desa Terkuri, kecamatan Leksula, kabupaten Buru Selatan, Maluku, Minggu (4/9/2022).

Paus sperma itu ditemukan dalam kondisi mati dengan bagian mulutnya terluka.

Rudi salah satu warga desa setempat mengatakan, beberapa hari sebelum ditemukan terdampar, warga setempat sempat melihat paus muncul di perairan.

“Memang sempat muncul beberapa hari sebelum ditemukan terdampar,” katanya dilansir dari Kompas.com.

Rudi mengakui saat ditemukan paus tersebut telah mati. Penemuan hewan mamalia laut itu pun sontak menggegerkan warga setempat.

Menurutnya hingga saat ini bangkai paus raksasa tersebut masih berada di lokasi pantai tersebut dan belum dikubur atau dimusnahkan.

“Masih ada di pantai, saya dengar mau dikuburkan,” ujarnya.

Baca juga: Paus Bungkuk Sepanjang 9 Meter Ditemukan Mati Terdampar di Kepulauan Tanimbar

Sementara itu Sub Koordinator Pendayagunaan dan Pelestarian Loka Sorong Hendrik Sombo, mengakui paus yang terdampar di pantai tersebut berjenis paus sperma.

“Kalau dari ciri-ciri fisik dan kepalanya itu paus sperma, dan dari laporan yang kami terima dari Satker Ambon itu panjangnya ada 12 meter,” ungkapnya via telepon seluler.

Hendrik mengaku bahwa bangkai paus sperma itu masih berada di pantai. Hendrik mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendatangkan alat berat guna menguburkan bangkai paus tersebut.

“Bangkai pausnya masih di pantai dan dari laporan itu sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian untuk mendatangkan alat berat,” katanya.

Adapun alat berat dibutuhkan untuk melakukan penggalian di lokasi tersebut guna menguburkan bangkai paus tersebut.

Saat disinggung soal penyebab kematian bangkai paus tersbeut, Hendrik mengaku tidak mengetahuinya.

Menurutnya, butuh pengkajian mendalam untuk menyimpulkan penyebab kematian paus. (*)

“Untuk penyebab kematiannya itu masih butuh pengkajian jadi kita tidak bisa menduga penyebabnya. Tapi kalau menurut para ahli itu biasnaya penyebabnya karena terkontaminasi, faktor lingkungan laut dan juga karena umurnya yang sudah tua,” ungkapnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved