Breaking News:

BBM Naik

Kapolda Maluku Minta Tarif Angkot Dinaikkan; Aksi Mogok Sopir Bikin Masyarakat Tambah Sengsara

Kapolda juga memerintahkan para Kapolres agar dapat berupaya membantu masyarakat dengan mengerahkan kendaraan Polri semampunya.

Ist
Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif meminta tarif angkot dinaikkan.

Hal ini menyusul adanya aksi mogok sopir angkot di depan bengkel Latansa, Kebun Cengkeh, Kecamatan Srimau, Kota Ambon, Senin (5/9/2022) kemarin malam yang membuat kemacetan panjang.

"Saya sudah perintahkan para kapolres segera berkoordinasi dengan bupati/wali kota agar segera membahas penyesuaian tarif angkutan umum sesuai kenaikan harga BBM," ucap Irjen Pol Loytharia Latif, Selasa (6/9/2022)

Pasalnya menurut dia, aksi mogok sopir angkot membuat masyarakat makin sengsara.

"Jangan sampai ada mogok angkot yang menyusahkan masyarakat. Kasihan masyarakat mereka harus berjalan kaki," harap Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga memerintahkan para Kapolres agar dapat berupaya membantu masyarakat dengan mengerahkan kendaraan Polri semampunya.

Baca juga: Sopir Angkot Stain Ambon Mogok, Penumpang Diturunkan di Tengah Jalan, Bikin Macet Panjang

"Siapkan dan bantu masyarakat dengan gunakan kendaraan dinas Polri. Bantu masyarakat semampu yang bisa dilakukan," terangnya.

Seperi diberitakan, Senin kemarin, semua mobil angkot yang melintasi kawasan depan Bengkel Latansa diberhentikan.

Tidak hanya itu, penumpang yang berada di dalam mobil angkot juga disuruh untuk turun di tengah jalan meskipun hujan deras.

Sehingga banyak penumpang yang memilih berjalan kaki untuk mencari tempat berteduh.

Jalan dikawasan tersebut langsung macet seketika.

Salah satu sopir angkot Stain, Ahmad menyatakan bahwa aksi mogok ini sudah dilakukan dari pukul 18.00 WIT.

Menurutnya, mogok para sopir ini merupakan kekecewaan mereka terhadap kenaikan harga BBM oleh pemerintah.

Sedangkan tarif angkot tidak ikut naik, masih dengan harga yang lama.

"Bukan jalur di STAIN dan Kebun cengkeh saja yang mogok tetapi semua trayek di Kota Ambon juga kita bersatu sampai harga tarif dinaikan," terangnya.

Sebagai informasi, pada Sabtu (3/9/2022) pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000, Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp6.800, dan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved