Breaking News:

BBM Naik

7 Orang Jadi Tersangka Penyelundupan BBM Bersubsidi Ke Pulau Seram, Terancam 6 Tahun Penjara

7 orang yang diduga menimbun 3.800 liter minyak tanah dan 320 liter solar ke Pulau Seram telah ditetapkan sebagai tersangka .

Alfin
Kasubdit IV, AKBP Asmar Sena mengungkapkan peran empat pelaku penimbunan minyak tanah di Desa Wai, Kecamtan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengahserta ancaman hukumannya, Senin (5/9/2022) sore. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com,Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – 7 orang yang diduga menimbun 3.800 liter minyak tanah dan 320 liter solar ke Pulau Seram telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik direktorat reserse kriminal khusus (Direskrimsus) Polda Maluku.

Ketujuh orang yang ditetapkan tersangka ialah Arham Maris Lumaela (pemilik pangkalan penjual minyak tanah), ABK dari KM Rizkia yakni Rahman Yusuf, Zulham Yusuf, Amin Wagola, Rahamat Buton, Arman Ahmad dan Irman Samar.

Penetapan ini dilakukan setelah Penyidik Subdit IV Polda Maluku melakukan pemeriksaan 1x24 jam terhadap tujuh orang tersangka ini.

"Iya tadi malam kami sudah menetapkan tujuh orang ini sebagai tersangka atas kasus penyelundupan BBM bersubsidi," ujar Kasubdit IV, AKBP Asmar Sena Kepada TribunAmbon.com, Selasa (6/9/2022).

Seluruh tersangka dijerat pasal dijerat pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001, tentang Penyalahgunaan dan atau pengangkutan BBM yang disubsidikan pemerintah sebagaimana diubah dalam Paragraf 5 Pasal 40 angka 9 Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHPidana.

"Mereka terancam hukuman 6 tahun penjara denda 60 miliar," pungkasnya.

Baca juga: Kapolda Maluku Minta Tarif Angkot Dinaikkan; Aksi Mogok Sopir Bikin Masyarakat Tambah Sengsara

Baca juga: Kapolda Maluku Perbolehkan Masyarakat Demo Soal Kenaikan BBM, Asal Tertib dan Tak Anarkis

Seperti diberitakan, mereka diamankan beserta 3.800 liter mitan dan 320 liter solar.

Dua jenis BBM tersebut hendak diselundupkan dari Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Pulau Ambon) ke Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Arham selaku pemilik pangkalan yang berada di Desa Kaitetu Kecamatan Leihitu, Sumiatun Alimoyo telah melakukan penjualan BBM jenis minyak tanah sebanyak  8 drum kepada Rahman Yusuf.

Dimana, dia menjual satu liter minyak tanah seharga Rp.4.500 atau Rp. 900 ribu per satu drum.

Minyak tanah ini akan dibawa ke Kecamatan Huamual.

Selain itu, saat anggota ke tempat jualan terduga pelaku Sumiatun Alimoyo polisi kembali menemukan dan mengamankan minyak tanah sebanyak 11 drum ukuran 200 liter.

"Jadi ditotalkan minyak tanahyang diamankan sebanyak 3,800 KL atau 3,8 ton," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved