Breaking News:

Info Daerah

Pungli di KUA Namlea, Gani Wael Minta Maaf dan Pastikan Tak Terulang

Dia pun memastikan kedepan tidak akan ada lagi pungutan liar dalam pelayanan masyarakat di KUA NAmlea.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Andi
MALUKU: Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buru, Abd. Gani Wael rapat bersama dengan Kepala KUA dan seluruh staf KUA Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Jumat (26/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buru, Abd. Gani Wael menyampaikan permohonan maaf terkait pungutan liar Kantor Urusan Agama (KUA) Namlea.

"Saya atas nama pribadi dan institusi memohon maaf, atas kejadian kemarin yang dibuat oleh staf KUA Namlea, karena itu adalah suatu keteledoran yang dibuat oleh staf kami," kata Wael saat inspeksi mendadak (sidak) ke KUA Namlea, Jumat (26/8/2022).

Dia pun memastikan kedepan tidak akan ada lagi pungutan liar dalam pelayanan masyarakat di KUA NAmlea.

Jika ada temuan pungli oleh pegawai KUA, maka akan ditindak tegas.

"Saya berharap kepada semuanya, tidak lagi ada pungutan, kalau ada mencoba-coba, tentu resikonya anda harus dilepaskan, namun kalau masih menyadari perbuatan, menyangi suami, istri, anak, keluarga, maka mari berkomitmen untuk memerangin yang disebut dengan gratifikasi," tegas Wael.

Lanjutnya, dimintakan untuk melayani masyarakat sebaik – baiknya.

Baca juga: Warga Keluhkan Pungli Saat Urus Surat Rekomendasi Nikah di KUA Namlea

Baca juga: Dapat Aduan Masyarakat, Kamenag Buru Sidak Dugaan Pungli di KUA Namlea

"Kita di Kementerian Agama ini dibiayai oleh negara, bekerja untuk negara, dan komitmen Menteri Agama untuk memerangi gratifikasi," katanya.

"Kita harus berkomitmen dalam pelayanan ini, dengan mengedepankan hati, menjaga integritas kita, dan komitmen untuk buat yang terbaik," harap Wael.

Diberitakan, salah seorang warga berinisial AM melaporkan adanya pungli oleh oknum pegawai KUA Namlea.

Pungutan itu dimintakan saat AM membuat surat rekomendasi nikah.

"Saya diminta Rp 50 ribu, padahal pengurusan surat-surat itu kan seharusnya gratis," kata AM kepada TribunAmbon.com, Kamis (25/8/2022) kemarin. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved