Breaking News:

Maluku Terkini

LAPPAN Maluku Harap Pelaku Rudapaksa dan Bunuh Anak 9 Tahun di Aru Dihukum Berat

Tualeka menuturkan, peristiwa yang menghilangkan nyawa korban siswi kelas 4 SD di Aru itu menunjukan betapa rentannya perempuan dan anak mendapatkan k

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Istimewa
MALUKU: Ketua Yayasan Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) Maluku, Baihajar Tualeka minta pelaku rudapaksa dan pembunuhan anak berusia 9 tahun di Aru dapat hukuman berat. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Yayasan Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LAPPAN) Maluku minta pelaku rudapaksa dan pembunuhan anak berusia 9 tahun di Aru peroleh hukuman berat.

Menurut Ketua Yayasan LAPPAN Maluku, Baihajar Tualeka, hukuman berat dapat memberi efek jera bagi pelaku.

"Kasus ini, pelaku harus dijerat sesuai dengan perbuatannya, dengan hukuman yang berat. Bisa menggunakan pasal berlapis termasuk Undang-undang tindak pidana kekerasan seksual yang sudah disahkan dan Undang-Undang Perlindungan Anak," kata Tualeka, Kamis (25/8/2022).

Lanjutnya, peristiwa itu tak hanya menghilangkan nyawa korban, tapi juga menimbulkan dampak psikolog bagi keluarga korban.

"Sehingga perlunya penguatan dan pemulihan bagi keluarga korban," harapnya.

Tualeka menuturkan, peristiwa yang menghilangkan nyawa korban siswi kelas 4 SD di Aru itu menunjukan betapa rentannya perempuan dan anak mendapatkan kekerasan seksual.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa perempuan dan anak sangat rentan mendapatkan kekerasan seksual yang berdampak menghilangkan nyawa korban," tambahnya.

Baca juga: PILU! Pemuda di Aru Rudapaksa dan Bunuh Anak 9 Tahun, Pelaku Kini Ditangkap Polisi

Dia pun meminta seluruh elemen masyarakat mulai bekerja bersama-sama mencegah dan melindungi perempuan dan anak dari kekerasan seksual.

"Keterlibatan semua elemen dalam melakukan pencegahan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak perlu dilakukan agar kasus serupa tidak terulang di masa yang akan datang," pintanya.

LAPPAN pun mengapresiasi Polres Kepulauan Aru yang berhasil mengungkap kasus kekerasan seksual dengan cepat dengan ditangkapnya pelaku pada Minggu (21/8/2022) lalu.

"Kami memberikan apresiasi terhadap kinerja Kapolres Aru dan jajarannya atas pengungkapan kasus yang begitu cepat. Kami juga menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas peristiwa," tandasnya.

Diberitakan, Aparat Kepolisian Resort Kepulauan Aru, menangkap terduga pelaku pemerkosaan dan pembunuhan anak di bawah umur.

Pelaku OK (24), warga Kecamatan Pulau-pulau Aru itu diringkus di Taman Kota Desa Marpali-Wangel, Senin (22/8/2022) sekitar pukul 06.30 WIT.

Pria 24 tahun yang merupakan seorang nelayan ini ditangkap di Taman Kota Desa Marpali-Wangel, Senin (22/8/2022) sekitar pukul 06.30 WIT. Ia melakukan perkosaan terhadap CBL, bocah 9 tahun hingga meninggal dunia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved