Breaking News:

Emas di Gunung Botak

Gunung Botak Tercemar, Rustam Tukuboya Minta Aparat Tangkap Pelaku Usaha Tambang

Hal itu dikemukakan Rustam Tukuboya menyusul pencemaran lingkungan di Gunung Botak dengan penggunaan sianida dalam jumlah besar.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
Ist
Tambang Emas Ilegal Gunung Botak, Kabupaten Buru 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Buru, Rustam Tukuboya minta aparat Kepolisian tangkap pelaku usaha tambang emas ilegal di Gunung Botak.

Hal itu dikemukakan Rustam Tukuboya menyusul pencemaran lingkungan di Gunung Botak dengan penggunaan sianida dalam jumlah besar.

Diberitakan sebelumnya, aliran sungai Anahoni di kawasan Gunung Botak berubah warna biru dampak sianida yang bereaksi dengan ion besi.

Menurutnya, pencemaran lingkungan akan berdampak besar terhadap ekosistem hingga ke manusia dalam jangka waktu panjang.

"Kami sangat prihatin dengan pencemaran lingkungan di lokasi tambang Gunung Botak, karena sangat berbahaya dan berdampak bagi kesehatan masyarakat yang ada di Kabupaten Buru, terkhususnya untuk masyarakat di Kecamatan Namlea, Teluk Kaiely, Waiapao, Wailata, Lolongguba dan Batabual," kata Tukuboya kepada Tribunbon.com, Jumat (12/8/2022) malam.

Baca juga: Air Sungai Anahoni Gunung Botak Berubah Biru, Yusthinus Male Pastikan Tercemar Sianida

Baca juga: Kelangkaan Obat di RSUD Namlea, Tukuboya Sebut Dampak Utang Tak Dibayar

Tukoboya pun memastikan wakil rakyat menaruh perhatian serius terhadap aktivitas ilegal tersebut.

Untuk itu, salah satu cara efektif yakni tindakan tegas aparat dengan menangkap pelaku usaha pertambangan.

"Perlu adanya langkah yang diambil oleh pihak terkait, dalam hal ini TNI/ Polri, terus melaksanakan penertiban serta penegakan hukum bagi pelaku penyuplai bahan kimia berbahaya," tegas Tukuboya.

Lanjutnya, untuk kesejahteraan masyarakat, pemerintah harus mengupayakan izin pertambangan rakyat sehingga pemanfaatannya optimal.

"Gunung botak layak dibuka kembali, karena kebutuhan ekonomi masyarakat dapat terpenuhi, namun harus mempunya legalitas, sehingga aktivitas pengelolaan tambang tersebut dapat diatur dengan baik, dan tidak berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved