Breaking News:

Info Daerah

Kelangkaan Obat di RSUD Namlea, Tukuboya Sebut Dampak Utang Tak Dibayar

Dijelaskan, kelangkaan hingga utang miliaran rupiah untuk pembayaran obat-obatan itu berdasarkan laporan Direktur RSUD Namlea dr. Helmy Koharjaya saat

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
Andi
RSUD Namlea, Kabupaten Buru. Warga mengeluhkan minimnya obat di rumah sakit tersebut. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kelangkaan obat di RSUD Namlea, Kabupaten Buru disebut berkaitan dengan utang sebesar Rp 2 miliar.

"Hal itu dikarenakan adanya utang RSUD Namlea sekitar Rp 2 miliar yang belum diselesaikan kepada pihak distributor, maka permintaan obat-obatan ketika diajukan oleh pihak RSUD Namlea belum dapat dipenuhi," kata anggota Komisi III DPRD Kabupaten Buru, M. Rustam Fadly Tukuboya saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, melalui whatsapp, Jumat (12/8/2022).

Dijelaskan, kelangkaan hingga utang miliaran rupiah untuk pembayaran obat-obatan itu berdasarkan laporan Direktur RSUD Namlea dr. Helmy Koharjaya saat rapat bersama dengan Komisi III DPRD.

Lanjutnya, dari laporan Helmy Koharjaya, sudah tersedia uang 2 miliar untuk melunasi hutang, namun malah digunakan pihak lain untuk kepentingan pribadi.

Baca juga: Satu Bulan Menumpuk, Sampah di Pasar Rumah Tiga Akhirnya Diangkut Petugas DLHP Ambon

Baca juga: Ditanya Soal Minimnya Stok Obat, Direktur RSUD Namlea Helmy Koharjaya Bungkam

"Kalau paparan dari Direktur RSUD ke Komisi III DPRD, seharusnya dana Rp 2 miliar itu seyogyanya akan digunakan oleh pihak RSUD Namlea untuk menyelesaikan tunggakan obat-obatan, namun dana tersebut telah digunakan untuk kepentingan lain di luar kewenangan pihak RSUD Namlea," kata Tukuboya, mengutip pernyataan dari Direktur RSUD Namlea.

Sehingga, DPRD Kabupaten Buru mendesak pemerintah daerah mencari solusi terkait masalah tersebut.

Sehingga kebutuhan obat-obatan di RSUD Namlea dapat terpenuhi.

"Kami akan mendesak pemerintah daerah agar segera mungkin mencari solusi konkrik akan hal itu, agar kebutuhan masyarakat akan obat-obatan ketika dirawat di RSUD Namlea dapat terpenuhi secara maksimal," tegas Tukuboya.

Diberitakan, sejumlah keluarga pasien mengeluhkan kurangnya obat-obatan di RSUD Namlea, Kabupaten Buru, Maluku.

"Setiap kali kami butuh obat pasti belinya di luar. Karena di RSUD Namlea selalu obatnya tidak ada," kata salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya kepada TribunAmbon.com, Selasa (2/8/2022).

Dia sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya kata dia, sebagai rumah sakit milik daerah harusnya bisa menyediakan obat bagi masyarakat.

"Kok bisa rumah sakit daerah di Kabupaten Buru stok obatnya sangat minim," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved