Breaking News:

Ambon Hari Ini

Kemenkes Siapkan 10 Laboratorium di Sejumlah Daerah Deteksi Cacar Monyet, Termasuk di Kota Ambon

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kasus cacar monyet (monkey pox) belum ditemukan di Indonesia.

(Shutterstock.com)
Ilustrasi Cacar Monyet(Shutterstock.com) 

TRIBUNAMBON.COM - Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) memastikan kasus cacar monyet (monkey pox) belum ditemukan di Indonesia.

Meski begitu, pemerintah meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi penularan cacar monyet.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan menambah 10 laboratorium penelitian epidemiologi cacar monyet, pemeriksaan sampel lesi dan ruam-ruam pada kulit termasuk mendeteksi virus penyebab penyakit yang tergolong zoonosis tersebut.

Sebelumnya, hanya terdapat 2 laboratorium yang meneliti, yakni Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sri Oemijati BKPK Kemenkes dan di Pusat Studi Satwa Primata IPB, Bogor.

"Laboratorium itu di Medan ada, Palembang, Kalimantan, Banjarmasin, Yogyakarta, Surabaya Ambon, Manado, dan di Makassar ada juga," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu di Gedung Kemenkes, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Kemenkes katanya, juga sudah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan ke seluruh maskapai, pengelola transportasi darat dan laut, rumah sakit, puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan lainnya untuk meningkatkan kewaspdaan. 

Maxi mengungkapkan, sebelumnya terdapat 15 orang suspek cacar monyet, seluruhnya dinyatakan negatif.

"(Yang suspect) sudah selesai diperiksa (hasilnya) negatif. Jadi bukan suspect lagi mereka. Tapi saya belum tahu update untuk diagnosanya penyakit apa," ucap Maxi.

Baca juga: Apakah Cacar Monyet Mematikan? Kenali Gejala hingga Cara Mencegah Panularannya

Baca juga: Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global, Ini Imbauan Kemenkes

Meski belum ditemukan, pihaknya tetap melakukan kegiatan surveilans di sejumlah pintu masuk ke Indonesia maupun komunitas.

Menurutnya, 15 orang suspect cacar monyet yang akhirnya dinyatakan negatif menandakan bahwa kegiatan surveilans sudah mumpuni.

"Surveilans kita tetap jalan. 15 (orang) itu membuktikan surveilans kita mantap. Artinya ada orang gejala, lapor. Kan, itu penyakit enggak seperti Covid-19, enggak bisa sembunyi. Orang sudah bentol-bentol muka (kalau terkena cacar)," tutur Maxi.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga asal Jawa Tengah yang dikabarkan suspek cacar monyet dinyatakan negatif. Hasil negatif tersebut didapat setelah pemeriksaan sampel lesi atau ruam-ruam pada kulit dilaksanakan.

Sebelum melakukan pemeriksaan sampel lesi, pasien suspek telah menjalani swab mulut dan tenggorokan atau orofaring. Hasil dari tes ini juga menunjukkan pasien negatif cacar monyet.

"Hasil dari sampel lesi kulitnya negatif," kata Maxi Sabtu (6/8/2022).

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved