Breaking News:

Sampah di Ambon

Warga Rumah Tiga Sebut Ada Pungutan Sampah, Kadis DLHP Kota Ambon Membantah

menyusul pengakuan warga Rumah Tiga, Kota Ambon yang dimintai sejumlah dana oleh oknum petugas kebersihan untuk mengangkut tumpukan sampah yang sudah

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com / Dedy
SAMPAH: Luberan sampah di pasar rumah tiga, Ambon, yang tak kunjung dibersihkan DLHP kota Ambon, Rabu (3/8/2022) siang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Alfredo Jansen Hehamahua tegaskan tidak ada pungutan apapun untuk pengangkutan sampah di Kota Ambon.

Hal tersebut dikatakannya, menyusul pengakuan warga Rumah Tiga, Kota Ambon yang dimintai sejumlah dana oleh oknum petugas kebersihan untuk mengangkut tumpukan sampah yang sudah dibiarkan selama 2 bulan lebih di kawasan pasar Rumahtiga.

"Dari dinas tidak mengajurkan untuk itu, dan saya tegaskan tidak ada warga harus bayar ke sopir atau kenek atau siapa saja dan ada staf yang minta seperti itu akan saya beri sanksi," ujarnya kepada TribunAmbon.com, Jumat, (5/8/2022) pagi.

Warga kawasan Pasar Rumah Tiga mengaku, oknum petugas kebersihan DLHP Kota Ambon meminta Rp 750 ribu hingga Rp 1 Juta untuk sekali angkut.

"Kami sudah rapat dengan ketua RT, kata beliau petugas DLHP minta Rp 750 ribu sampai Rp 1 Jua dari warga, untuk mengangkut sampah," kata salah satu warga, Gunawan , Rabu (3/8/2022) pagi.

Baca juga: Sampah Menggunung di Pasar Rumah Tiga, Warga Akui Petugas DLHP Minta Rp 750 Ribu Sekali Angkut

Baca juga: 2 Bulan Tak Diangkut, Sampah di Pasar Rumah tiga, Kian Menggunung

Untuk mengumpulkan sejumlah Rp 750 ribu, itu, warga hingga harus menarik iuran sampah dari masing-masing rumah di kawasan tersebut.

Gunawan mengatakan, sebagian warga ada yang mengumpulkan uang, dan sebagian lainnya ada yang menolak untuk memberikan sumbangan lantaran menilai pengangkutan sampah merupakan tugas dari DLHP itu sendiri.

"Kita kumpulkan sumbangan dari warga, tapi belum sampai Rp 750 ribu, baru sebatas Rp 550 ribu, itu karena banyak warga juga yang menolak, karena itu sudah tugas pemerintah," ucapnya.

Sementara itu, saat ditanyai mengenai penanganan sampah di Pasar Rumahtiga, Kepala DLHP, Alfredo Hehamahua belum memberikan jawaban apapun.

Padahal, masalah penumpukan sampah di Rumah Tiga sendiri sudah terjadi 2 kali dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan terakhir.

Sebelumnya pada Mei 2022 lalu, terjadi penumpukan sampah di lokasi yang sama, dan sudah dibersihkan oleh DLHP, kini penumpukan sampah kembali terjadi namun belum ditindak oleh DLHP kota Ambon. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved