Emas di Gunung Botak
Pelaku Penembakan di Gunung Botak Dikejar Keluarga Korban Usai Sidang
Massa pun berhasil ditenangkan oleh aparat dan kemudian pelaku penembakan di Gunung Botak dibawa pergi dengan kendaraan milik pengadilan.
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Keluarga korban penembakan di Gunung Botak ngamuk dan mengejar pelaku, Senin (1/8/2022) sore.
Pantauan TribunAmbon. com, aparat langsung menghalangi massa yang hendak menyerang pelaku ketika akan dibawah keluar dari kantor Pengadilan Negeri Namlea.
Massa pun berhasil ditenangkan oleh aparat dan kemudian pelaku penembakan di Gunung Botak dibawa pergi dengan kendaraan milik Kejaksaan Negeri Namlea.
Kericuhan sendiri terjadi usai sidang.
Baca juga: Bodewin Wattimena Minta PT DSA Setor Rp300 Juta tuk Pemkot Ambon Tahun Depan, Ini Alasannya
Baca juga: Izin Usaha Tak Keluar Hingga Pengusaha Diperas, Disperindag dan PTSP Dicecar DPRD Ambon
Keluarga korban tidak Terima lantaran sidang kembali ditunda majelis hakim hingga pekan depan.
Diberitakan, pelaku oknum Brimob Polda Maluku berpangkat Bripka menembak seorang penambang bernama Made Nurlatu hingga tewas.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Gunung Botak, tepatnya Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabuoaten Buru, Sabtu (29/1/2022).
Aksi penembakan itu terjadi setelah pelaku dan seorang penambang terlibat pertengkaran mulut karena masalah kolam galian emas.
Usai kejadian, pelaku langsung kabur dan berhasil ditangkap di hari yang sama. (*)