Breaking News:

Maluku Terkini

Angka Kemiskinan dan Stunting di Kabupaten Buru Masih Tinggi

Penjabat Bupati Buru Djalaluddi Salampessy mengungkapkan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Buru masih meningkat.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi
Penjabat Bupati Buru Djalaluddi Salampessy saat memberikan sambutan pada peresmian sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, di Pelabuhan Merah Putih, Namlea, Kabupaten Buru, Sabtu (9/7/2022). Dia mengungkapkan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Buru masih meningkat. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Penjabat Bupati Buru Djalaluddi Salampessy mengungkapkan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Buru masih meningkat.

Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Buru di atas 3 % persen, sementara angka kemiskinan masih tinggi, yaitu 17 % .

Begitu juga dengan angka stunting di Kabupaten Buru sebesar 31,7 % .

"kondisi ini belum ideal dan masih kurang dari target kami," kata Salampessy dalam sambutannya saat kegiatan peresmian sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, di Pelabuhan Merah Putih, Namlea, Kabupaten Buru, Sabtu (9/7/2022).

Baca juga: Ini Sejumlah Proyek di Kabupaten Buru yang Diresmikan Gubernur Maluku Murad Ismail

Baca juga: Bertemu Petani, Gubernur Murad Ismail Rencana Bangun Jalan di Persawahan Desa Waegeren Pulau Buru

Sehingga, pemerintah daerah perlu kerja keras untuk bisa mencapai target yang diinginkan.

Lantaran secara geografis Kabupaten Buru memiliki penduduk sejumlah 137 ribu jiwa, yang tersebar jauh dari Ibukota Kabupaten, dari pesisir sampai ke pegunungan.

Sehingga, masih banyak desa dan kecamatan yang terisolir karena banyaknya sungai dan infrastruktur yang butuh perhatian khusus untuk bisa menjangkau wilayah tersebut.

"Seluruh ASN tegak lurus dan berkomitmen untuk membangun Maluku dari Buru," ucap Salampessy.

Menurutnya, dari berbagai kekuatan yang selama ini bersinergi, membangun negeri Bupolo terdapat juga berbagai masalah yang belum seluruhnya dapat diselesaikan.

Seperti, persoalan lingkungan hidup akibat pengelolaan potensi sumber daya alam yang dilakukan tanpa ijin.

Sistem distribusi rantai pasar produk masyarakat belum seluruhnya dapat mencapai harga premium.

Serta kondisi APBD Tahun 2022 ini, mengalami goncangan sangat berat.

"Sekarang, kami sedang melakukan pembinaan terhadap struktur ABPD dan mendorong pencapaian PAD melalui inovasi untuk mencari objek baru, dengan melibatkan seluruh stakholder," ungkap Salampessy. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved