Breaking News:

Ambon Terkini

Begal di Ambon Dituntut 1 Tahun Penjara

JPU mengatakan, terdakwa begal terbukti melakukan tindak pidana pengancaman dan pencurian barang milik korban Adriana Manusiwa berupa satu buah Handph

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
freepik
ILUSTRASI: Terdakwa kasus begal di Ambon, Michael Hukom dituntut satu tahun penjara. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Terdakwa kasus begal di Ambon, Michael Hukom dituntut satu tahun penjara.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Beatrix Tenmar di Pengadilan Negeri Ambon Senin (4/7/2022).

JPU mengatakan, terdakwa begal terbukti melakukan tindak pidana pengancaman dan pencurian barang milik korban Adriana Manusiwa berupa satu buah Handphone dan uang tunai.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana selama 1 tahun penjara," kata JPU dalam sidang yang dihadiri Penasihat hukum terdakwa, Dino Huliselan.

JPU menilai perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 365 ayat (1) KUHPidana.

Sebelum membacakan tuntutannya, JPU mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan.

Yang memberatkan tuntutan terdakwa yakni perbuatan terdakwa mengakibatkan korban mengalami kerugian materil sebesar Rp 5 juta.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa berlaku sopan, mengakui kesalahan serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Usai mendengar tuntutan JPU, Majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU disebutkan terdakwa melancarkan aksinya sekitar pukul 05.30 WIT, di jembatan perbatasan antara Desa Wayame dan Desa Hative Besar Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (8/3/2022).

Saat itu terdakwa baru selesai terdakwa mengkonsumsi minuman keras bersama teman-temannya.

Terdakwa melihat korban hendak pulang dari Bandara Internasional Pattimura Ambon.

Terdakwa lalu membuntuti korban yang sedang mengendarai motor.

Setibanya di lokasi kejadian, terdakwa memepetkan sepeda motor miliknya ke arah korban dan mengancam korban dengan kata-kata "Stop, Jang Beta Tandang Kaseng Tusuk Se deng Pisau" (Berhenti, jangan sampai saya tendang atau tusuk dengan pisau).

Korban yang merasa takut lalu melambatkan laju kendaraanya.

Seketika terdakwa langsung merampas tas warna merah milik saksi korban yang tergantung digantungan depan motor, kemudian melarikan diri.

Diketahui isi tas milik korban tersebut yaitu satu unit HP merk Iphone 8 warna gold, satu unit handphone merk Samsung A10s warna hitam, dompet yang berisikan uang tunai Rp 100 ribu serta beberapa surat berharga lainnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved