Breaking News:

Ambon Hari Ini

Terbukti Berzinah, Umar Londjo Ajukan Banding, Sebut Hakim Salah Tafsir

Penasihat hukum Umar Londjo, Abdusukkur Kaliky mengatakan berkas banding telah diserahkan ke Pengadilan.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Tanita
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PPR) Kabupaten Kepulauan Aru, Umar Londjo. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PPR) Kabupaten Kepulauan Aru, Umar Londjo ajukan banding setelah dinyatakan terbukti bersalah lakukan zinah.

Penasihat hukum Umar Londjo, Abdusukkur Kaliky mengatakan berkas banding telah diserahkan ke Pengadilan.

"Iya, klien kami sudah mengajukan banding," kata Kaliky kepada TribunAmbon.com, Sabtu (2/6/2022).

Kaliky mengatakan, Umar Londjo menilai ada penafsiran hakim yang salah dan mempertanyakan putusan hakim.

"Menurut klien kami ada tafsiran majelis hakim yang keliru, juga kenapa majelis hakim tidak menjatuhkan hukuman percobaan," lanjutnya.

Kaliky menambahkan, Umar Londjo berpendapat hubungannya dengan Astrid Hamadi sah, karena dia sudah bercerai.

Baca juga: Jadwal Kapal Ambon - Bitung Bulan Ini Ada 3 Keberangkatan, Terdekat 6 Juli 2022 dengan KM Dorondola

Baca juga: Senin 4 Juli 2022, DPRD Maluku Tengah Gelar LPJ Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021

Padahal saat berselingkuh, Umar Londjo masih berstatus suami orang meski hingga kini dalam proses hukum perceraian.

"Menurut klien kami dia sudah bercerai, jadi itu tidak salah," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, Rahmat Selang pun menjatuhkan pidana penjara selama lima bulan kepada Kadis PPR Aru itu.

"Menyatakan menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Umar Rully Londjo selama lima bulan penjara," kata majelis hakim saat persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (15/6/2022).

Selain Umar, majelis hakim juga menjatuhkan vonis yang sama kepada selingkuhanya, Astrid Hamadi yang kini berstatus istri terdakwa.

Keduanya dinyatakan bersalah melanggar pasal 284 KUHPidana.

Putusan itu jauh lebih ringan dari tuntutan JPU.
JPU menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara maksimal sembilan bulan.

Tak hanya perzinahan, Umar Rully Londjo diketahui juga telah l dipidana dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Penelantaran anak istri.

Dalam kasus KDRT, Umar divonis 4 bulan pidana penjara.

Serta tambahan 4,6 bulan penjara kasus penelantaran anak dan istri namun dengan keterangan tak ditahan.

Sementara itu Perzinahan yang dilakukan Umar Rully Londjo sudah berlangsung sejak lama.

Puncaknya terjadi pada tanggal 1 januari 2020 setelah di gebrek di salah satu Hotel di Kota Ambon. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved