Breaking News:

Direktur CV Tuju Wali Diperiksa terkait Kasus Korupsi Lampu Jalan di Buru

Direktur CV. Tuju Wali akhirnya diperiksa jaksa terkait dugaan korupsi anggaran pengadaan lampu jalan di Kabupaten Buru, Maluku.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi
Direktur CV. Tuju Wali berinisial AR (50), menggunakan baju putih saat menghadiri pemeriksaan di Kantor Kejari Buru, Jumat (10/6/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM -  Direktur CV. Tuju Wali akhirnya diperiksa jaksa terkait dugaan korupsi anggaran pengadaan lampu jalan di Kabupaten Buru, Maluku.

Pemeriksaan tersebut di gelar di Kantor Kejari Buru, Jumat (10/6/2022) kemarin.

"Pada 10 Juni 2022, kami telah memeriksa satu orang saksi, inisial AR (50), bersangkutan merupakan Direktur Perusahaan CV. Tuju Wali," kata Kasubsi Penyidikan Kejari Buru, Dhanitya Putra Prawira, saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Sabtu (11/6/2022).

Baca juga: Kasus Korupsi Lampu Jalan, Adik Bupati Buru Husein Umasugi Turut Diperiksa Jaksa

Proses pemeriksaan saksi itu lanjutnya, digelar selama 11 jam.

"Yang bersangkutan diperiksa dari pukul 10:00 WIT sampai pukul 12:30 WIT, dilanjutkan lagi pukul 15:00 WIT sampai 23:00 WIT, dan ada sekitar 65 pertanyaan diberikan terhadap saksi,"

Jaksa yang bertugas sebagai penyidik, yakni Jaksa Fungsional Bidang Pidana Khusus, Kevin Adyaksa.

Prawira menjelaskan, CV Tuju Wali merupakan perusahaan yang menawarkan ke 32 Desa di Kabupaten Buru, dan menjual lampu jalan tenaga surya/solar cell sebanyak 257 unit.

"Jadi sebanyak 257 unit lampu jalan itu ditangani CV Tuju Wali, untuk dijual ke desa-desa, dan dalam pemeriksaan itu saksi cukup kooperatif dalam memberikan keterangan," jelasnya.

Saat ditanya apa saja yang dipertanyakan pada saksi, Prawira enggan menjawabnya

"Terkait seputar apa saja, itu sudah masuk dalam materi penyidikan, kami belum dapat menjelaskan sekarang, nanti kita lihat perkembangannya saja," jelasnya.

Diketahui, kerugian keuangan negara dalam kasus pengadaan lampu jalan senilai Rp 3,2 miliar.

Diduga sebanyak 82 kepala desa terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi lampu jalan itu.

Dari 82 terduga, baru 15 kepala desa yang telah mengembalikan uang sebesar Rp. 212 juta.

Total 16 saksi telah diperiksa dalam perkara tersebut.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved