Breaking News:

Ambon Hari Ini

Terima Sertifikat Eliminasi Malaria dari WHO, Kota Ambon Dipastikan Bebas Malaria

Kota Ambon menerima penghargaan Eliminasi Malaria Tahun 2022 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Humas Pemkot Ambon
Sertifikasi Eliminasi Malaria oleh Kemenkes yang diterima langsung Sekkot Ambon, Agus Ririmasse saat Peringatan Hari Malaria Sedunia di Mandalika, NTB, Selasa (31/5/2022) 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kota Ambon menerima penghargaan Eliminasi Malaria Tahun 2022 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy menyebut penurunan kasus ini salah satu alasan Ambon layak menerima sertifikasi eliminasi malaria.

Lanjutnya, penurunan kasus Malaria sejalan dengan pencapaian positif 3 (tiga) indikator utama dalam pengendalian malaria.

Baca juga: 2 Tersangka Korupsi KPU Seram Barat Diperiksa Lagi Terkait Penggunaan Anggaran Pemilu Rp. 13 Miliar

Baca juga: SEJARAH Hari Lahir Pancasila Diperingati Setiap 1 Juni dan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional

Yakni, menurunnya Annual Parasite Incidence (API) dan PR (Positivity Rate), serta meningkatnya Annual Blood Examination Rate (ABER).

“Syarat utama Eliminasi Malaria yakni tidak ada penularan setempat atau kasus indigenous selama tiga tahun berturut-turut, Positivity Rate  kurang dari  5 % , dan API kurang dari 1 Per 1.000 penduduk,” kata Pelupessy dalam rilis, Selasa (31/5/2022).

Lanjutnya, untuk kasus indigenous terakhir di Kota Ambon terkonfirmasi pada tanggal 8 April 2019 lalu.

Sementara untuk PR, kota Ambon berada pada 0,86 persen di tahun 2019 dan meningkat hingga 1,47 persen di tahun 2021.

“Kenaikan PR pada tahun 2021 terjadi karena penurunan jumlah tes Malaria sebagai imbas dari pendemi Covid-19, meski demikian masih masuk dalam syarat eliminasi,” tambahnya.

Sementara untuk API di Tahun 2018, Kota Ambon mencapai kurang dari 1 per 1000 penduduk yaitu 0,56.

Sehingga mulai tahun 2019, Kota Ambon memasuki Tahapan Strategi Pembebasan dalam upaya mengeliminasi Malaria.

“Jadi ada perubahan strategi dari Tahapan Strategi Intensifikasi ke Tahapan Strategi Pembebasan,” jelasnya.

Namun, Pelupessy menegaskan status eliminasi ini bisa dicabut bila muncul satu  kasus positif malaria dengan turunan kasus yang tidak ditangani sesuai SOP.

Dia berharap kerjasama lintas sektor dalam mempertahankan status eliminasi Malaria di Kota Ambon.

“Dengan meningkatkan kerja sama, kerja keras, dan kerja cerdas yang telah kita lakukan selama ini, maka Kota Ambon dapat mempertahankan kondisi bebas dari kasus indigenous sampai bulan April 2022, Kota Ambon mendapat penilaian positif oleh assessor sertifikasi Malaria, dan menerima Sertifikat Eliminasi Malaria tahun 2022,” tandasnya.

Penghargaan berupa sertifikat ini diserahkan oleh Dirjen P2P (Pencegahan dan Pengedalian Penyakit) Kemenkes kepada Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon, Agus Ririmasse, didampingi Pelupessy, pada Peringatan Hari Malaria Sedunia, di Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (31/5/2022).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved