Listrik di Ambon

Jaga Keandalan Sistem Kelistrikan, PLN Rutin Lakukan Pemeliharaan di Gardu Induk Hative Besar-Ambon

Pantauan TribunAmbon.com di lapangan, personel saat melakukan Pemeliharaan Level 2 dibantu alat Thermovisi tidak ditemukan adanya ganguan apapun. 

Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Adjeng
AMBON: Personel PLN Gardu Induk Hative Besar tengah melakukan Pemeliharaan Level 2 menggunakan alat Thermovisi untuk untuk mendeteksi adanya anomali atau gangguan di peralatan yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Listrik merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan.

Manfaatnya untuk mempermudah kehidupan sehari-hari tak bisa lagi dipungkiri.

Apalagi di era sekarang, dimana hampir seluruh peralatan yang digunakan dalam kehidupan memerlukan daya listrik mumpuni.

Sebut saja, televisi, kulkas, komputer di perkantoran hingga gadget yang kini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat.

Sehingga, ketika terjadi gangguan kelistrikan dalam satu wilayah, maka akan sangat menggangu seluruh aktivitas.

Baca juga: Bakal Ganggu Sistem Kelistrikan, Warga Diminta Relakan Ranting Pohon Dipangkas Petugas PLN

Seperti Blackout yang terjadi di Pulau Ambon pada minggu kedua Mei lalu.

Untungnya, PLN langsung mengambil langkah cepat dengan sejumlah langkah taktis guna memberikan pelayanan tanggap bagi masyarakat.

Agar tidak terjadi blackout berkepanjangan, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ambon langsung melakukan pengalihan distribusi listrik ke sejumlah titik strategis.

PLN juga kemudian berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder seperti mall, retail modern dan perhotelan di Ambon agar mereka menggunakan genset saat beban listrik sedang tinggi.

Hal itu guna memberikan daya listrik yang lebih besar kepada warga terlebih dulu.

Baca juga: Pulihkan Sistem Kelistrikan di Kota Manise, PLN Kerahkan Personil Khusus

Tribun Ambon.com juga sudah melihat langsung petugas PLN yang melakukan pemasangan kabel Medium Voltage Twisted Insulated Cable (MVTIC) agar distribusi listrik ke masyarakat bisa diprioritaskan.

Petugas lapangan rutin melakukan Pemeliharaan Level 1 dan 2 di Gardu Induk (GI) Hative Besar yang terletak di kawasan Wayame, Teluk Ambon, Kota Ambon.

AMBON: Petugas lapangan rutin melakukan Pemeliharaan Level 1 dan 2 di Gardu Induk (GI) Hative Besar yang terletak di kawasan Wayame, Teluk Ambon, Kota Ambon.
AMBON: Petugas lapangan rutin melakukan Pemeliharaan Level 1 dan 2 di Gardu Induk (GI) Hative Besar yang terletak di kawasan Wayame, Teluk Ambon, Kota Ambon. (TribunAmbon.com / Adjeng)

GI sendiri dibutuhkan untuk memastikan kualitas tegangan tenaga listrik yang dikirim ke pelanggan dapat ditingkatkan.

Selain itu, keberadaan GI juga untuk menjaga kualitas tegangan yang dikirimkan, guna mengakali jarak dengan pembangkit yang jauh.

Menurut Manajer Bagian Operasi Sistem dan Penyaluran OPK, Angga Almada, pemeliharaan Level 1 dilakukan dengan menggunakan indra penciuman, penglihatan juga pendengaran terkait apa yang terjadi di sekitar.

Pemeliharaan Level 1 ini rutin dilakukan petugas di lapangan setiap hari.

Jika ditemukan ada gangguan kasat mata langsung tim mengambil tindakan perbaikan.

Sedangkan pemeliharaan Level 2 menggunakan alat bantu thermovisi untuk mendeteksi adanya anomali atau gangguan di peralatan yang tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Level 2 ini menjadi agenda mingguan, tiga bulanan, dan enam bulanan.

"Pemeliharaan seperti ini dilakukan setiap Minggu, kemudian bulanan dan 3 bulanan untuk pastikan pelanggan tetap dapat menikmati listrik," kata Almada kepada TribunAmbon.com, Jumat (27/5/2022).

Pantauan TribunAmbon.com di lapangan, personel saat melakukan Pemeliharaan Level 2 dibantu alat Thermovisi tidak ditemukan adanya ganguan apapun. 

Almadi menyebutkan, jika ditemukan gangguan, maka sistem akan membacanya, dan segera dilakukan langkah-langkah perbaikan. 

Para petugas di GI ini bekerja 24 jam dengan sistem shift.

Selanjutnya, di lokasi GI juga terdapat sejumlah travo untuk mengontrol sistem kelistrikan yang dipasok ke masyarakat.

Almada menjelaskan, travo tersebut akan digunakan ketika suatu wilayah terjadi gangguan listrik maka bisa secepatnya dilakukan pengalihan aliran agar masyarakat tidak terganggu.

Untuk memantau kelistrikan pada travo tadi, beberapa petugas juga melakukan pemantauan dari sistem digital 'Dispatcher' yang ada pada komputer masing-masing.

Dengan begitu, bisa secepatnya diketahui jika terjadi gangguan kelistrikan.

"Kita menggunakan dispatcher untuk memantau semua jaringan yang ada, kalau ada gangguan pasti langsung muncul," ujarnya.(*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved