Breaking News:

Emas di Gunung Botak

Penertiban Tambang Ilegal Gunung Botak Selama 2 Hari, Djamaluddin; Besok Lanjut Anahoni

Penertiban berikutnya akan dilaksanakan di Kali Anahoni, Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Jumat (20/5/2022) besok.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Salah satu tenda milik penambang dibakar petugas saat penertiban Tambang Emas Ilegal Gunung Botak, di Kabupaten Buru, Maluku, Kamis (19/5/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Aktivitas penertiban penambang emas tanpa izin (PETI) di kawasan tambang emas ilegal Gunung Botak digelar selama dua hari.

Penertiban berikutnya akan dilaksanakan di Kali Anahoni, Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Jumat (20/5/2022) besok.

"Iya, kayaknya besok lanjut penertiban di bagian Kali Anahoni," kata Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda M.Y.S Djamaluddin, saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, melalui whatsapp, Kamis (19/5/2022) sore.

Ia menyebutkan, aktivitas penertiban tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Pulau Buru Nomor : SPRIN/636/V/PAM.3.3./2022 tanggal 19 Mei 2022.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Pulau Buru, AKP Uspril W. Futwembun mengungkapkan, giat penertiban hari ini dalam bentuk kegiatan preemtif dan preventif.

Baca juga: Naik Kapal dari Pelabuhan Yos Sudarso Kini Tak Perlu Lagi Tes Covid Jika Sudah Vaksin Lengkap

Baca juga: Syarif Hadler Kooperatif saat Kediamannya Digeledah KPK

"Sebelum kita melakukan pemusnahan tenda maupun barang-barang milik penambang, terlebi memberikan himbauan untuk mengosongkan lokasi PETI gunung botak," kata Futwembun.

Diketahui, sebanyak 160 aparat gabungan dari TNI Polri menertibkan aktivitas tambang emas ilegal Gunung Botak, Kamis (19/5/2022).

Personil gabungan, terdiri dari 148 anggota Polres Pulau Buru, 10 anggota Kodim 1506/ Namlea dan 2 anggota Subden POM XVI/ 2-2 Namlea.

Penertiban itu dipimpin langsung Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Pulau Buru, AKP Uspril W. Futwembun.

Penertiban penambang bukan pertama kali, kerap ditertibkan namun penambang masih saja kembali.

sebagian besar penambang mengaku, terpaksa menambang untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved