Breaking News:

Korupsi di Maluku

Raja dan Sekretaris Siri Sori Islam Jadi Tersangka, Diduga Korupsi Dana Desa Rp. 360 Juta

Raja dan Sekretaris Desa Siri Sori Islam resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa

Penulis: Salama Picalouhata | Editor: Fandi Wattimena
Grafis TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Raja dan Sekretaris Desa Siri Sori Islam resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).

Diduga dana tersebut telah digunakan tidak sebagaimana mestinya sebanyak Rp 360 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri Ambon di Saparua, Ardy menginformasikan penetapan tersangka itu.

Raja tersebut berinisial EP.

Sedangkan sekretaris berinisial MTT.

"Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Ardy kepada TribunAmbon.com, Kamis (24/3/2022).

Penetapan tersangka itu. sesuai Surat Penetapan trersangka  Nomor : B-  109 /q.1.10.1/Fd.1/03/2022  untuk tersangka ED dan B-108 /q.1.10.1/Fd.1/03/2022  untuk tersangka MTT  tanggal 23 Maret 2022

Baca juga: Lagi Warga Batu Merah - Ambon Blokade Jalan, Buntut Masalah Lahan, Lalu Lintas Macet Total

Baca juga: Miliki 0.2 Gram Sabu, Mahasiswa Ambon Ini Divonis Hakim 6 Tahun Penjara

Penetapan keduanya sebagai tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan ekspose perkara, Senin (21/3/2022) kemarin.

"Penyidik berkeyakinan berdasarkan dua alat bukti dan menaikan status EP dan MTT menjadi tersangka," kata dia.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya hingga hari ini belum ditahan. 

"Iya belum kita tahan, karena masih ada beberapa bukti yang harus dikumpulkan," tegasnya. 

Keduanya dijerat dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang No. 31 tahun 1999, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Peribahan atas Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP.

Seperti diberitakan, informasi adanya penyalahgunaan ADD dan DD dilaporkan masyarakat setempat.

Dari informasi itu, Jaksa terus mengumpulkan data-data dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

Diketahui, anggaran ADD dan DD itu diperuntukan bagi pembangunan sejumlah item proyek, seperti  pembangunan lapangan, kantor desa, serta pembelian tiga mobil ambulance.

Namun, implementasi proyek tersebut belum selesai.

Diduga oknum-oknum di Pemerintah Negeri Sirisori salah melakukan mark-up dalam setiap pembelanjaan item proyek  dan membuat laporan kegiatan fiktif. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved