Minggu, 12 April 2026

Jelang Ramadhan 2022

Jelang Ramadhan, Disperindag Maluku Tengah Pastikan Stok Sembako Aman

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Maluku Tengah, Abidin Marasabessy memastikan stok sembako Pasar Binaya Masohi masih cukup memenuhi kebutuhan

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar
Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Maluku Tengah, Abidin Marasabssy saat diwawancara di Ruang Kerjanya, Selasa (22/3/2022). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Maluku Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (Sembako) menjelang Bulan Ramadhan di Kota Masohi aman hingga usai lebaran Idul Fitri nanti.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Maluku Tengah, Abidin Marasabessy memastikan stok sembako Pasar Binaya Masohi masih cukup memenuhi kebutuhan masyarakat saat bulan Ramadhan bahkan hingga usai lebaran.

"Insya Allah aman. Stok sembako di Kota Masohi sendiri dari hasil pantauan teman-teman di lapangan pada sejumlah agen yang ada, itu ketersediannya berfariasi adaberas sekian ton, minyak sekian ton, gula sekian ton, dan terigu sekian ton juga sembako lainnya juga begitu, stoknya berfariasi, jadi bisalah untuk kebutuhan dua bulan kedepan," kata Marasabessy kepada TribunAmbon.com di Ruang Kerjanya, Selasa (22/3/2022).

Kepala Pasar Binaiya Masohi itu menjelaskan, pihaknya telah mengecek sejumlah agen di ibu kota Kabupaten itu dan  ketersediaan sembako untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Ramadhan mencukupi, bahkan hingga dua bulan kedepan.

Meski telah memastikan ketersediaan sembako saat Ramadhan hingga Idul Fitri  aman, Marasabessy khawatir akan harga minyak goreng yang semakin tinggi pasca pencabutan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh Pemerintah pusat.

Baca juga: Angka Pengangguran di Kota Ambon Meningkat Capai 25.760 Selama Pandemi

Baca juga: Polresta Ambon Terjunkan Ratusan Personil Amankan Ritual Adat Taalasi di Negeri Pelau

"Harga minyak ini sesuai ketetapan Pemerintah Pusat, pertanggal 1 Februari kemarin Rp 14.000 untuk satu kemasan, yang kemasan sederhana Rp 13.500, tapi saat ini khan kita tahu bahwa untuk HET kan sudah ditarik oleh pemerintah pusat, nah ini yang menyebabkan harga minyak di pasar sudah semakin mahal, bayangkan yang kemasan 2 kilo saja sudah lebih dari Rp. 40 ribu," ujarnya.

Aby juga mengaku, untuk memastikan kebijakan minyak goreng satu harga, baru-baru ini pihaknya, turun lapangan melakukan pengawasan bersama di beberapa agen.

Dalam kegiatan tersebut, ketersediaan minyak goreng subsidi pada sejumlah agen minyak goreng hanya bertahan kurang lebih satu minggu dan bahkan ada agen yang keapatan memang stok minyak goreng satu harga (subsidi), habis sama sekali, "kita turun di toko toko agen, dan ditemukan stok minyak subsidi habis karena yang masuk beberapa pekan lalu itu hanya sedikit," sambungnya.

Soal kebutuhan lain, Aby mengkalim tidak ada masalah, sebab hingga saat ini, kebutuhan sembako masih dipasok dari Surabaya-Jawa Timur dan Makassar Sulawesi Selatan.

"Kebutuhan sembako masyarakat disini masih dipasok dari luar Provinsi, yakni dari Surabaya maupun Makassar, tapi rata-ratanya dari Surabaya," tandasnya.

Berikut rincian data ketersediaan stok sembako di Kota Masohi :

Beras                     :  89,55 ton

Gula Pasir            :  15,75 ton

Minyak Goreng : 12,861 Liter

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved