Breaking News:

Payudara Jadi Perkara

Aksi Bungkam Mahasiswa IAIN, Tuntut Pihak Kampus Segera Cabut Sanksi atas Indah Sari

Mahasiswa Institusi Agama Islam (IAIN) Ambon menuntut pihak lembaga segera mencabut sanksi yang dijatuhkan bagi Indah Sari Ibrahim.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Mesya
AMBON: Aksi bungkam mahasiswa IAIN Ambon buntut penurunan karya seni bertuliskan payudara, Jumat (4/3/2022) sore. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Mahasiswa Institusi Agama Islam (IAIN) Ambon menuntut pihak lembaga segera mencabut sanksi yang dijatuhkan bagi Indah Sari Ibrahim.

DIketahui Indah Sari Ibrahim menjadi contoh nyata pembungkaman atas kreativitas mahasiswa IAIN yang mengkritisi pelecehan seksual di lingkungan kampus.

Hukuman yang dijatuhi pihak lembaga pun tak main-main.

Yakni, skorsing atau pelarangan mengikuti kuliah selama enam bulan.

Koordinator Lapangan, Fauzi Reza mengungkapkan poin tuntutan dari aksi tersebut.

“Kami meminta dekan segera mencabut hukuman skorsing. Karena hukuman skorsing itu dibuat tidak sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Fauzi Reza kepada wartawan, Jumat (4/3/2022) sore.

Tuntutan yang kedua yakni meminta Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Husin Anang Kabalmay agar meminta maaf untuk tindakannya yang telah merampas karya seni bertuliskan payudara.

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, aksi bungkam ini berlangsung sejak pukul 15.00 WIT.

AMBON: Aksi bungkam mahasiswa IAIN Ambon buntut penurunan karya seni bertuliskan payudara, Jumat (4/3/2022) sore.
AMBON: Aksi bungkam mahasiswa IAIN Ambon buntut penurunan karya seni bertuliskan payudara, Jumat (4/3/2022) sore. (TribunAmbon.com/Mesya)

Kurang dari 10 menit kemudian, aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran puing-puing kayu dan ban bekas.

Aksi itu pun sempat ricuh karena pihak keamanan kampus sempat bersih keras untuk memadamkan api tersebut.

Dikutip dari laman lpmlintas.com, mahasiswa yang tergabung dalam beberapa UKM IAIN Ambon menggelar pameran di Taman Baca, Selasa (22/2/2022).

Satu dari banyak karya yang dipajang mendapat sorotan lantaran dinilai tak pantas dipamerkan.

Yakni karya seni rupa yang tertera tulisan ‘Payudara’.

Tidak berapa lama setelah pameran, dua orang petugas keamanan kampus langsung menurunkan paksa karya tersebut.

Penurunan atas perintah Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Husin Anang Kabalmay.

Penurunan paksa itu pun langsung ditentang Indah Sari Ibrahim, selaku panitia pelaksana kegiatan.

Menurut Indah, itu adalah kebebasan berekspresi sekaligus kritik terhadap pelecehan seksual yang belakangan ini marak di kampus-kampus di Indonesia.

Protes itu pun berbuntut panjang hingga pencabutan hak beraktivitas di kampus hijau itu.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved