Breaking News:

Bendungan Waeapo

Bendungan Waeapo Beroperasi, 10 Ribu Hektar Lahan Pertanian di Pulau Buru Bakal Teraliri

Bendungan bertipe urugan zonal dengan inti tegak setinggi 72 meter juga dapat mereduksi banjir sebanyak 557 meter kubik per detik.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Proyek nasional Bendungan Wae Apu di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru, Maluku. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – 10 ribu hektar lahan pertanian di Pulau Buru – Maluku bakal terairi ketika Bendungan Waeapo beroperasi.
Produktifitas pertanian pun bakal jauh meningkat, sehingga mampu menjaga ketahanan pangan lokal.

"Jadi dampak pembangunan bendungan Wae Apu ini difungsikan sebagai irigasi untuk 10 ribu hektar, untuk daerah yang menjadi ketahanan pangan," kata Site Engineer Maneger PP-ADHI KSO, Bendungan Wae Apu, Ahmad Faathir Surya saat ditemui TribunAmbon.com, Jumat (25/2/2022).

Bendungan bertipe urugan zonal dengan inti tegak setinggi 72 meter juga dapat mereduksi banjir sebanyak 557 meter kubik per detik.

Selain itu, bendungan Wae Apu yang dalam pengerjaan di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongguba itu juga disebut mampu memproduksi daya listrik hingga 8 megawatt (MW).

Besaran daya tersebut digadang mampu menerangi kurang lebih 8.750 rumah di Pulau Buru dan sekitarnya.

"Selain itu bendungan ini juga nantinya difungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sebesar 2 unit kali 4 megawatt (MW) dengan total output hingga 8 MW," ungkapnya.

Baca juga: Perusahaan Ngaku Siap Bayar Pajak Galian C Proyek Bendungan Waeapo, Asalkan Ada Aturan Jelas

Dia menjelaskan, perencanaan PLTA tidak termasuk dalam rencana pembangunan, namun hanya memberikan output.

"Soal melayani berapa daerah, itu dikembalikan ke pihak bersangkutan, nantinya 8 MW ini mau direncakan atau digunakan di daerah mana saja. Bendungan cuman bisa menyediakan potensi listrik," jelas Surya.

Selanjutnya, dampak lain dari keberadaan bendungan Wae Apu yakni peluang wisata.
Dan itu tergantung pemanfaatan oleh pemerintah daerah setempat.

"Kemudian bendungan ini bisa dijadikan destinasi wisata, namun nantinya akan kembali direview dan dikelola, atas koordinasi stakeholder yang menanganinya," tandasnya.

Ditargetkan Bendungan Waeapo selesai dikerjakan akhir 2023 (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved