Breaking News:

Emas di Gunung Botak

Polisi Minta Pemkab Buru dan Pemerintah Provinsi Bahas Gunung Botak

Diakuinya, persoalan keamanan di Gunung Botak masih menjadi masalah mengingat penempatan aparat tidak optimal.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Istimewa
Sejumlah penambang tengah melaksanakan aktivitas di tambang emas Gunung Botak, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Jumat (4/1/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Polda Maluku minta Pemerintah Kabupaten Buru dan Provinsi Maluku duduk bersama membahas permasalahan di Gunung Botak.

Terkhusus masalah pengamanan di area tambang yang kini dipenuhi ratusan penambang itu.

Diakuinya, persoalan keamanan di Gunung Botak masih menjadi masalah mengingat penempatan aparat tidak optimal.

Pasalnya, kepolisian terkendala masalah anggaran.

Untuk itu, pemerintah Buru dan Provinsi juga harus ikut membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya rasa kita harus duduk bersama lagi pihak Kepolisian, Pemkab dan Pemda untuk membahas permasalahan di Gunung Botak agar tidak terjadi masalah dikemudian hari lagi,” ucap Kabid Humas Polda Maluku M Roem Ohoirat Kepada TribunAmbon.com di ruang kerjanya, jumat (4/4/2022).

Baca juga: Aktivitas di Tambang Emas Gunung Botak Pulau Buru Kembali Ramai Pasca Insiden Penembakan

Baca juga: Amir Rumra Nilai Pemerintah Lambat Tangani Bentrok Warga di Pulau Haruku

Menurutnya, kalau tidak ada duduk bersama antara Kepolisian, Pemkab dan Pemda maka kalau terjadi masalah di Gunung Botak maka yang disalahkan kembali adalah pihak Kepolisian.

“Kalau untuk mengamankan satu hingga tiga bulan disana pihak Kepolisian masih mampu biaya personil disana, namun kalau sudah bertahun-tahun maka harus ada tanggung jawab pemerintah juga,” tuturnya.

Untuk itu diharapkan pemerintah jangan lepas tangan terkait pengamanan disana.

Karena Kepolisian selalu siapkan personil amankan areal tambang emas Gunung Botak Pulau Buru.

“Buktinya kita tidak membiarkan masyarakat masuk, tetapi aparat yang tadinya disana (Gunung Botak) mengalami kesulitan dalam hal operasional. Sehingga para penambang ilegal kembali masuk,” terang Ohoirat.

Diberitakan pekan sebelumnya terjadi insiden penembakan yang dilakukan anggota Brimob Brigpol AB terhadap Mede Nurlatu, penambang di Gunung Botak, Pulau Buru Sabtu (29/1/2022) sore.

Pasca penembakan itu, meinggu (30/1/2022) Polisi kembali dikejutkan dengan penemuan jenazah Aladin alias Naruto (35) Korban diduga dibunuh.(*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved