Emas di Gunung Botak
Egia Bantah Ada Polisi Beking Aktivitas Penambangan Emas di Gunung Botak Pulau Buru
Hal itu menyusul insiden penembakan warga oleh oknum Brimob Polda Maluku pekan kemarin.
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja membantah aktivitas penambangan emas di Gunung Botak dibekingi polisi.
Hal itu menyusul insiden penembakan warga oleh oknum Brimob Polda Maluku pekan kemarin.
"Kami dari pihak kepolisian tidak pernah beking kegiatan di sana," kata Kapolres Buru, saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, melalui Whatsapp, Jumat (4/2/2022) sore.
Dijelaskan, aparatnya selalu bekerja dengan baik, untuk pencegahan, dengan penertiban hingga penegakkan hukum.
"Dalam satu tahun ini, kita sudah melaksanakan penegakkan hukum sebanyak 7 kasus P21, dan upaya penertiban yang tercatat dalam 1 tahun sudah 11 kali dilaksanakan," ungkap Egia.
Menurutnya, hal ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani persoalan tambang Gunung Botak.
Baca juga: Polisi Minta Pemkab Buru dan Pemerintah Provinsi Bahas Gunung Botak
Baca juga: Aktivitas di Tambang Emas Gunung Botak Pulau Buru Kembali Ramai Pasca Insiden Penembakan
"Kepolisian tidak bisa sendirian, karena permasalahan Gunung Botak perlu langkah-langkah komprehensif dari semua pihak, agar kedepannya tidak lagi terjadi seperti kemarin," katanya.
Lanjutnya, pihaknya bahkan turut membantu, sehingga persoalan izin tambang gunung botak secepatnya bisa terealusasi.
"Kami mendorong agar Gunung Botak bisa segera terealisasi perizinannya, apakah untuk tambang rakyat atau investasi, sehingga dapat tercapai kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah," jelasnya.
Dia pun memastikan apabila ada oknum polisi membeking aktivitas di tambang gunung botak, maka akan ditindak tegas.
"Silahkan laporkan kepada kami, atau japri langsung kepada saya, jika terbukti akan kita tindak tegas, sesuai peraturan disiplin maupun kode etik Polri," tegas Egia. (*)