Breaking News:

Maluku Terkini

Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Namlea Masih Rp 21 Ribu/Liter, Ini Kata Disperindag

Harga minyak goreng di Pasar Tradisional Namlea, Buru, Maluku, belum turun menjadi Rp 14 ribu per liter.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/Lukman
Minyak goeng di Pasar Tradisional namle, pulau Buru, masih mahal. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Harga minyak goreng di Pasar Tradisional Namlea, Buru, Maluku, belum turun menjadi Rp 14 ribu per liter seperti yang diinstruksikan pemerintah.

Rata-rata harga minyak goreng di sana berkisar Rp. 21 ribu per liter.

Para pedagang belum bisa menjual minyak goreng dengan harga Rp14 ribu per liter disinyalir karena terlanjur mengeluarkan modal dalam jumlah besar sebelumnya.

Menyikapi hal ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru, mengaku belum bisa berbuat banyak.

Baca juga: Disperindag Pastikan Minyak Goreng Satu Harga di Pasar Mardika Ambon Berlaku Pekan Depan

Kepala Disperindag Kabupaten Buru, Achdam Syahfan Umasugi mengatakan, kenaikan harga minyak goreng terjadi bukan karena kemauan pedagang.

MALUKU: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru, Achdam Syahfan Umasugi, saat diwawancarai TribunAmbon.com, Senin (25/10/2021)
MALUKU: Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru, Achdam Syahfan Umasugi, saat diwawancarai TribunAmbon.com, Senin (25/10/2021) (TribunAmbon.com/Andi)

"Untuk di Pasar Namlea, kita belum bisa mengintervensi sampai ke dalam. Karena kenaikan harga ini bukan pedagang yang bikin," kata Umasugi saat dikonfirmasi TribunAmbon.com melalui telepon, Sabtu (22/1/2022) pagi.

Dia mengungkapkan, kenaikan harga minyak goreng ini, sudah sejak bulan November 2021.

"Saat itu per liternya mulai dari Rp 20 ribu, Rp 22 ribu dan sekarang ini Rp 23 ribu," ungkapnya.

Umasugi mengaku, pihaknya sendiri masih menunggu surat pemberitahuan, agar bisa dilaksanakan sosialisasi kepada pedagang.

"Dalam seminggu ini, kita menunggu surat pemberitahuan lanjutan dari Kementerian Perdagangan, untuk dilaksanakan sosialisasi kepada para pedagang maupun distributor, untuk sama-sama menstabilkan harga minyak goreng," ucap Umasugi. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved