Breaking News:

Maluku Terkini

Ada Aplikasi Baru Percepat Penegakan Hukum di Pulau Buru

Aplikasi ini, hadir untuk mensinergikan aparat penegak hukum, yakni Pengadilan Negeri Namlea, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Lapas Kelas III Namlea,

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi Papalia
Foto bersama lembaga penegakan hukum saat peluncuran Sicepat. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Sipedas, untuk mempercepat penanganan hukum di Pulau Buru diluncurkan.

Aplikasi ini, hadir untuk mensinergikan aparat penegak hukum, yakni Pengadilan Negeri Namlea, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru, Lapas Kelas III Namlea, Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Maluku (LBHIM).

Serta, Yayasan Pos Bantuan Hukum Ambon Cabang Namlea (YPBHA-N),

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru, Muhtadi menuturkan Sipedas adalah AplikaSi Pencatatan Data Saksi, yang bisa memudahkan untuk bekerja.

"Kita memang membutuhkan sebuah aplikasi, untuk bisa memudahkan dalam bekerja, terutama bagaimana kita yang memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat, karena itu sangat dituntut," kata Muhtadi dalam sambutannya, Sabtu (22/1/2022).

Aplikasi buatan Ketua Pengadilan Negeri Namlea dan tim itu, diharapkan memudahkan semua orang dalam memberikan bantuan, perlindungan dan pelayanan hukum, kepada para pencari keadilan.

"Kita juga yang melaksanakan kegiatan sehari-hari, dalam proses penegakan hukum, merasa sangat terbantu," tutur Muhtadi.

Baca juga: Teliti Sebelum Makan, Viral Video Beli Nasi Padang Temukan Banyak Belatung di Ambon

Baca juga: Status Tenaga Honorer Bakal Dihapus, Ini Syarat Pengangkatan Jadi CPNS

Dijelaskan Ketua Pengadilan Negeri Namlea, Yogi Rachmawan, Sipedas merupakan salah satu pengembangan dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), jadi data-data saksi yang akan diajukan di persidangan itu sudah diinput sebelum persidangan.

"Kalau Pengadilan mempunyai SIPP dan Kejaksaan memiliki Case Management System (CMS). Aplikasi baru dibuat ini, bisa menginput data-data saksi yang akan diajukan di persidangan," ucap Rachmawan.

Aplikasi tersebut tambahnya, bisa memudahkan bisa memudahkan saksi, panitra dan semua orang, ketika proses sidang.

Yakni, data saksi sudah langsung terdaftar dan telah terinput dalam berita acara, tinggal divalidasi saja selanjutnya melalui gadget.

Rachmawan menegaskan, di era 4.0 semua administrasi perkantoran harus melalui digital elektronik, termasuk pengadilan, dan lembaga hukum lainnya.

"Biar memudahkan," ucapnya.  (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved