Breaking News:

Maluku Terkini

Temu 270 Guru PAI se-Maluku Tengah, Ini Pesan Tuasikal

Dimana dalam rakor itu, sedikitnya terdata sebanyak 270 orang Guru Pendidkan Agama Islam yang datang dari 18 Kecamatan se-Maluku Tengah.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar
Rakor Kepala Kantor Agama Kabupaten Maluku Tengah bersama 270 Guru Pendidikan Agama Islam, Senin (20/12/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah, Taslim Tuasikal mengharapkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) lingkup Kemenag setempat bisa memposisikan diri sebagai pelopor moderasi beragama.

Hal itu ditegaskan dalam momen pembukaan rapat koordinasi pengawas, guru PAI dan guru Madrasah swasta se-Kabupaten Maluku Tengah yang berlangsung di Gedung Ikhlas Beramal, Kantor Kemenag setempat, Senin (20/12/2021).

Dimana dalam rakor itu, sedikitnya terdata sebanyak 270 orang Guru Pendidkan Agama Islam yang datang dari 18 Kecamatan se- Maluku Tengah.

“Saya ingin sampaikan bahwa yang dimaksudkan dengan moderasi beragama menurut saya adalah bagaimana kita sebagai umat beragama umat Islam meyakini agama kita menjalankan semua perintah Allah dan Rasulullah kemudian menghargai orang lain,” kata Tusikal.

Dijelaskan, moderasi beragama adalah saling menghargai satu sama lain meskipun berbeda keyakinan (agama). Karena justru dengan perbedaan itulah akan tercipta kedamaian umat mansuia di muka bumi.

“Saya yakin saya percaya bahwa kita menganggap orang lain atau agama lain pasti mereka juga ahli ahli ibdah ahli agama dalam kepercayaan mereka. Kardena itu jadikanlah diri Ibu dan bapak sekalian sebagai ahli agama dan itulah ibu dan bapak secara tidak langsung adalah pelopor-pelopor moderasi beragama yang dikehendaki oleh pemerintah,” jelas Tuasikal.

Baca juga: 24 Tahun Bekerja di Pemerintahan Kupang, Ririmase Dipilih Jadi Sekot Ambon

Baca juga: Jelang Nataru, Pantai Natsepa - Maluku Tengah Ramai Pengunjung

Lebih jauh dijelaskan, seorang pendidik khususnya guru agama adalah pendidik yang lebih banyak mencontohkan perilaku berdasarkan ilmu yang diajarkan atau yang ia ketahui.

Artinya mengajar atau mendidik dengan perilaku. Pasalnya, saat ini penguatan pendidikan karakter menjadi program prioritas pemerintah.

“Suri tauladan. Guru agama itu harus lebih banyak memberikan contoh. Saya kasih contoh begini, ibu bapak guru mengajak atau menyuruh anak didiknya untuk sholat tapi bagaimana kalau sudah datang waktu sholat ibu bapak masih di ruang kelas dan masih mengajar, ini kan lucu, artinya tidak ada contoh yang baik dari seorang guru,” ucap Tuasikal.

Karen itu, lanjut dia, nilai-nilai baik diterapkan sehari-hari di lingkungan sekolah agar menjadi kebiasaan. Sikap dan perilaku guru sebagai pendidik menjadi kunci pembentukan karakter. Dengan demikian, guru agama harus bisa memberi keteladanan dalam keseharian agar anak berkarakter baik.

"Jangan sampai guru agama justru memberi contoh yang tidak baik. Misalnya, tidak sholat ketika jam sholat atau memberi jawaban saat anak melaksanakan ujian atau ulangan. Sebab ini justru menipu anak untuk mengenali dan menerima diri mereka apa adanya," ulasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved