Vaksinasi Covid
Tak Ada Jaringan Internet Hambat Vaksinasi di Maluku
Jaringan internet yang tidak tersedia merata di sejumlah wilayah provinsi Maluku menjadi penghambat percepatan vaksinasi.
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Salama Picalouhata
Laporan wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Jaringan internet yang tidak tersedia merata di sejumlah wilayah provinsi Maluku menjadi penghambat percepatan vaksinasi.
Sehingga, tenaga kesehatan yang bertugas di beberapa daerah tidak dapat menginput data vaksinasi ke aplikasi yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua Satgas Covid-19 Maluku sekaligus Danrem 151 Binaiya, Arnold AP Ritiaw.
"Daerah yang jauh tidak ada jaringan, jadi penginputan harus manual," kata Ritiaw saat rapat evaluasi Civic di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (10/11/2021).
Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Ambon Ditunda hingga Januari 2022
Baca juga: 24 Pasangan Bukan Suami Istri Tepergok di Penginapan Kota Ambon, Langsung Diamankan Polisi
Baca juga: Polisi Bubarkan Warga Mabuk Sopi di Pinggir Jalan Amahusu Kota Ambon
Proses penginputan secara manual kata dia, memicu ketidakcocokan data antara pemerintah daerah dan kemenkes.
Pasalnya, pelaporan data secara manual membutuhkan waktu agar bisa diterima oleh pihak Kemenkes.
Tidak seperti penginputan online yang bisa secara langsung dan cepat sampai datanya.
"Kalau tulis tangan kan pelaporan jadi susah," ujarnya
Meski begitu, Ritiaw mengajak semua pihak sama-sama bekerja keras mengejar capaian vaksinasi hingga 70 persen sebelum akhir Desember 2021.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Maluku, Pangdam Pattimura, Dandim dan Koramil untuk mencari solusi permasalahan ketidakcocokan data itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/1972021-arnold-ap-ritiauw.jpg)