Breaking News:

Penyalahgunaan Narkoba

Kaget Dituntut 3,6 Tahun Penjara, Kader Golkar Ronny Sianressy Sebut Dirinya Juga Korban

Kader Partai Golkar, Ronny Sianressy sempat kaget dituntut 3,6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Elsye Leonupun.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Facebook
Politisi Partai Golkar Maluku, Ronny Sianressy. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COMKader Partai Golkar, Ronny Sianressy sempat kaget dituntut 3,6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Elsye Leonupun.

Hal itu disampaikan Sianressy yang juga berprofesi sebagai pengacara ini saat sidang secara virtual yang dipimpin Feliks Wuisan di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (18/10/2021) siang.

Sianressy menyebut, ia juga korban akibat penyalahgunaan narkotika.

“Yang Mulia, saya menyesal. Tapi tuntutan tig tahun lebih saya cukup terkejut karena saya hanya korban. Pengadilan adalah benteng terakhir pencari keadilan. Saya mohon untuk jatuhkan hukum yang adil untuk saya, Yang Mulia. Saya berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatan saya,” kata Sianressy kepada majelis hakim.

Selain itu, Sianressy mengatakan, dia sebagai kepala keluarga di rumahnya dan harus menafkahi dua anak dan isterinya.

“Yang mulia majelis hakim, saya masih punya dua orang anak dan istri yang masih saya biayai,” ungkapnya.

Sementara itu, Penasihat Hukum terdakwa, Jhoemico Syaranamual saat pembelaan mengatakan akibat penggunaan narkotika untuk daya tahan tubuh, terdakwa mengidap sakit jantung dan pernah menjalani perawatan.

Terdakwa disebut bukan kurir dan tak ada keuntungan materiil yang ia dapatkan.

“Kami penasihat hukum terdakwa, meminta kepada majelis hakim yang terhormat untu hukuman yang seringan ringannya karena terdakwa adalah korban. Akibat menggunakan narkoba, terdakwa juga sakit, Sehingga seharusnya di rehabilitasi. 3,6 tahun itu terlalu berat karena terdakwa bukan kurir dan tidak ada keuntungan yang terdakwa beri. Kami meminta hukuman yang seringan-ringannya,” ungkap Syaranamual.

Untuk diketahui, terdakwa dituntut 3,6 tahun oleh JPU dan dinyatakan terbukti melanggar Pasal 127 Undang-undang nomor 35 tahun 1999 tentang narkotika.

Sebelumnya, terdakwa ditangkap petugas Satres Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, sekitar pukul 23.00 WIT, Kamis (24/6/2021).

Terdakwa diciduk dari kamar kos di Waringin, Batu Gantong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Rony yang merupakan salah satu Kuasa Hukum Partai Golkar ini ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dan Sabu 1 Alat hisap sabu atau bong.

Dalam persidangan, terdakwa mengakui ketergantungan memakai narkotika setahun kebelakang.
Sianressy yang berprofesi pengacara ini juga mengatakan menggunakan narkotika sebagai penambah stamina tubuh akibat pekerjaan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved