Breaking News:

Ambon Hari Ini

Diduga Intimidasi dan Tak Bayar Gaji Karyawan, J&T Ambon Digugat

Mantan karyawati J&T Ambon menggugat perusahaan pengiriman barang tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon karena tak membayar upah.

Pos Kupang
Ilustrasi pengadilan 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Mantan karyawati J&T Ambon menggugat perusahaan pengiriman barang tersebut ke Pengadilan Negeri Ambon karena tak membayar upah.

Nira Rosanti Asyura disebut mengundurkan diri setelah diintimidasi pihak manajemen perusahaan.

Sidang kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak itu, sudah berlangsung di pengadilan Negeri Ambon.

Ketua Majelis hakim Pengadilan Hubungan Industrial, Lucky R. Kalalo didampingi Rulian dan Ali Imron selaku hakim anggota menggelar persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak perusahaan, Jumat (8/10/2021) kemarin.

Dalam keterangan saksi, disebutkan telah menyelesaikan secara bipartit dan triparti dengan melibatkan Depnakertrans Kota Ambon.

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Insan Cipta, Ahmad Soulisa dan Haldi Asel mengatakan kliennya diintimidasi manajemen perusahaan melalui pesan singkat pada 28 September 2020 lalu.

Dalam pesan singkat tersebut, manajemen perusahaan mengatakan hanya ada tiga pilihan bagi Rosanti bila tidak membuat surat pernyataan mengundurkan diri.

Baca juga: Mahasiswa Galang Dana, Bantu Claudia Passanea yang Butuh Biaya Operasi Tumor

Baca juga: Divonis 6 Tahun Karna Narkoba, ASN Rutan Ambon Ajukan Banding

Tiga opis itu yakni dimutasi ke Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, membayar ganti rugi, atau akan dilaporkan ke aparat kepolisian.

Rosanti disuruh membuat surat pernyataan lantaran kliennya sakit namun pihak perusahaan beralasan dia jarang masuk kerja dan sakit hanya alasan saja.

"Saat itu klien kami sedang menjalani rawat inap di RS TNI-AURI di Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, namun pihak perusahaan beralasan kalau dia sering sakit dan jarang masuk kerja,” kata Ahmad, Jumat sore.

Akhirnya Rosanti disuruh membuat surat pernyataan mengundurkan diri dan menandatanganinya, dan pihak perusahaan hanya membayar uang lembur.

"Untuk uang pesangon dan upah proses penyelesaian dari tingkat bipartit, tripartit, hingga persidangan di PN Ambon klien kami menuntut pembayaran sebesar Rp41 juta," tambahnya.

Tuntutan ini dibawa ke hakim PHI pada Kantor PN Ambon untuk meminta pengadilan memutuskan perkara perselisihan hubungan kerja yang dialami Nira Rosanti. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved