Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Bilang Sa

"Apalai kalu lia orang hidop salah-salah, bilang sa" (=apalagi jika melihat ada orang yang hidupnya tidak teratur, katakanlah).

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Antua da bilang apapa 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Kalu ada lia apapa yang tar batul, bilang sa" (=jika anda melihat ada sesuatu yang tidak benar/tidak baik, katakanlah).

"Apalai kalu lia orang hidop salah-salah, bilang sa" (=apalagi jika melihat ada orang yang hidupnya tidak teratur, katakanlah).

"Bilang sa" dapat dipahami sebagai semacam "kas' inga" (=mengingatkan) atau "tagor" (=menegur) yang tujuannya "kas' bale" (=membalikkan/membimbing untuk kembali) atau "jaga" (=menjaga) supaya "hidop lurus-lurus sa" (=hidup lurus) "iko akang pung jalang" (=mengikuti jalannya).

Suasana kebathinan "bilang sa" dalam arti "kas' inga" lebih condong dilakukan oleh "yang hubungan baku jao" (=orang yang hubungannya agak jauh), jadi "seng talalu kanal bae" (=tidak terlampau saling mengenal) atau "seng biasa" (=kurang biasa).

Jadi "mau bilang jua taku-taku jang sampe dong kas' bale kata ka seng tarima" (=jadi mau mengatakan (hal sebenarnya) tetapi takut jangan-jangan mereka tidak terima), "mar musti bilang sa, kas' inga, tagal kalu seng dia yang calaka la skang orang bilang katong kas tinggal" (=tetapi harus dikatakan, diingatkan, karena jika tidak dan orang itu mengalami musibah orang akang beranggapan kita membiarkannya terjadi).

Baca juga: Kuti Kata; Lia Anana Yatim Piatu Lae

Baca juga: Kuti Kata; Lia Balu Tuh Lai

Jadi suasana kebathinannya ialah "katong sayang tagal itu katong kas' inga par se pung bae" (=kami sayang karena itu kami mengingatkan untuk kebaikanmu).

Sedangkan suasana kebathinan dalam hal "tagor" adalah antara "orang-orang dekat" (=antara orang yang memiliki hubungan dekat), jadi dalam "tagor" itu bisa saja:

Satu, "tagorang" (=teguran keras), karena "tar boleh biking hal yang tar batul" (=tidak boleh melakukan hal yang tidak benar).

Kadang "tagorang" disertai dengan "hokmat"(=suara yang tegas/wibawa/perintah langsung) dan "musti turut" (=harus dituruti).

Bila itu dilakukan "orangtotua par anana" (=orang tua terhadap anak) artinya "anana nih kalakuang su par talalu lai" (=kelakuan anak itu sudah sangat berlebihan), jadi "musti dapa tagorang" (=harus ditegur dengan keras), "lebe lai loko cawani sa" (=jika berlebihan, dapat saja dirotani).

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved